Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 18 Jul 2018 12:15 WIB

TRAVEL NEWS

Kasus Erwin Cuma Puncak Gunung Es Masalah Open Trip dan Tour Leader

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Foto: Ilustrasi tour leader (Thinkstock)
Foto: Ilustrasi tour leader (Thinkstock)
Jakarta - Kasus tour leader Erwin yang meninggalkan turis WNI di Maroko, dinilai sebagai puncak gunung es. Bisnis open trip online dan legalitas tour leadernya sudah carut marut.

"Gunung es dan karena open trip platformnya komunitas bukan konsumen komersil," kata Ketua Umum Indonesian Tour Leader Association (ITLA), Tetty DS Ariyanto saat dihubungi detikTravel, Rabu (18/7/2018).

Menurut Tetty, transformasi bisnis pariwisata ke digital adalah sebuah keniscayaan. Open trip online dan tur leadernya adalah hasil dari perubahan platform itu.

Tapi itu bukan alasan untuk menerabas izin perjalanan wisata dan sertifikasi profesi tour leader. Itulah carut marut yang terjadi saat ini.

"Tour leadernya tidak punya izin untuk fungsi biro perjalanan wisata. Open trip ini akhirnya mengambil fungsi biro perjalanan wisata, fungsi tour leader dan fungai pramuwisata lokal," jelas Tetty.

BACA JUGA: ITLA Sebut Tour Leader Erwin Bukan Anggotanya

Tetty mengatakan, akibatnya wisatawan bisa dirugikan. Entah ada berapa kasus lagi seperti tour leader Erwin di luar sana.

"Ada open trip murah, mereka langsung tergiur begitu saja," tutup Tety.

Sebelumnya di media sosial ramai postingan tentang 5 traveler peserta open trip backpacker yang ditinggal oleh tour leader bernama Erwin Aprianto di Maroko. Uang mereka dibawa Erwin. Pihak rekanan juga mengeluh, Erwin juga hampir tidak membayar mobil sewaan.

Di dalam komentar forum-forum traveler disebutkan bukan sekali ini dia lari dari tanggung jawab. Sementara 5 tamu yang ditinggalkan, untungnya selamat dan sudah pulang sendiri ke Indonesia sambil dipandu KBRI Rabat.

Setelah menghilang pada tanggal 10 Juli 2018 di Tangier, Maroko, Erwin bisa dihubungi detikTravel pada Minggu, 16 Juli 2018. Erwin mengklarifikasi dan mengaku diculik orang. Erwin kemudian melapor ke KBRI Rabat dan kini ditampung di sana. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED