Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Sep 2018 09:25 WIB

TRAVEL NEWS

Ini 3 Kemampuan Utama Para Pramugari Garuda Indonesia

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ruang mock up Gedung F GITC (Masaul/detikTravel)
Ruang mock up Gedung F GITC (Masaul/detikTravel)
Jakarta - Pramugari Garuda Indonesia dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia oleh Skytrax. Mereka punya tiga keahlian utama untuk melayani penumpang.

Kemampuan yang harus awak kabin kuasai itu dijelaskan oleh Magdalena. Ia pelatih senior di Garuda Indonesia Training Center (GITC) sedang pengalamannya sebagai awak kabin sendiri sudah selama 17 tahun dan sudah 6 tahun bekerja sebagai pelatih keselamatan.

"Sebagai awak kabin diperlukan 3 kompetensi. Pertama, awak kabin wajib memiliki kompetensi pengetahuan yang diperoleh dari program kelas. Di mana setelah itu mereka harus memiliki skill atau keterampilan di area mock up (pelayanan di dalam kabin). Lalu setelahnya adalah tadi yang kita lakukan, yakni simulasi pendaratan darurat di atas daratan dan kedua di perairan. Oleh karenanya bagi para awak kabin diperlukan skill tadi," kata Magdalena di Jalan Raya Duri Kosambi, Senin (10/9/2018) lalu.

"Dalam keadaan darurat mereka mampu menguasai keadaan dengan keterampilannya karena telah dilatih. Pertama dalam hal mental mampu melakukan proses penyelamatan penumpang," imbuh dia.

Di sisi lain, dalam proses pelaksanaan evakuasi, awak kabin dan disusul pilot adalah orang terakhir keluar dari pesawat. Hal itu dikarenakan seorang pilot atau 'pilot in command' adalah pimpinan dalam penerbangan atau jabatannya adalah kapten.

Magdalena pelatih di GITC (Masaul/detikTravel)Magdalena pelatih di GITC (Masaul/detikTravel)
Dalam pelatihan keselamatan, inilah kompetensi pertamanya, yakni melakukan simulasi pendaratan darurat sebelum menjadi awak kabin. Proses awak kabin secara keseluruhan ini berlangsung kurang lebih selama 4 bulan.

"Proses pendidikan mereka 3-4 bulan, di dalamnya melakukan emergency drill. Ini persyaratan dalam dunia penerbangan sipil dan dari pemerintah akan mendapat flight attendant certificate. Bukan hanya skill pengetahuan, mereka juga punya skill keselamatan tadi," kata dia.

Ruang simulasi mock up GITC (Masaul/detikTravel)Ruang simulasi mock up GITC (Masaul/detikTravel)
Setelah siswa lulus di darat selama 3-4 bulan, mereka harus memiliki kompetensi terkait experience atau pengalamannya. Di dalam dunia aviasi biasa disebut dalam program flight training atau flight attendant operational training.

"Setelah menguasai 10 sektor dalam regulasi, 10 kali melaksanakan proses take off landing barulah diterbitkan flight attendant certificate. Ini proses untuk menjadi awak kabin," jelas Magdalena.

Tetapi, sertifikat di atas tidak hanya sekali diterbitkan dan berlaku selamanya. Untuk program training di dalamnya memiliki masa validasi yang berarti awak kabin harus tetap sesuai standar dalam melakukan peran fungsinya, khususnya terkait aspek keselamatan penumpang.

"Maka emergency drill selanjutnya dilakukan dalam team work. Team work bukan hanya dilakukan FA dan pilot sendiri, tetapi dalam misi penerbangan ada kerjasama. Maka pelaksanaa emergency drill yang dilakukan tiap 24 bulan sekali dilakukan bersama awak kabin dan pilot," kata dia.




Tonton juga 'Keren! Pramugari Cantik Ini Lihai dalam Juggling Bola':

[Gambas:Video 20detik]


Ini 3 Kemampuan Utama Para Pramugari Garuda Indonesia
(rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED