Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Okt 2018 21:45 WIB

TRAVEL NEWS

Soal Wisata Bali Dijual Murah, Tutup Izin Usahanya!

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Foto: dok. Humas Pemprov Bali
Foto: dok. Humas Pemprov Bali
Denpasar - Soal wisata Bali dijual murah alias Zero Dollar Tour pada turis China, Pemda Bali tidak main-main. Ada ancaman tegas!

Pemerintah Provinsi Bali serius untuk menangani praktik Zero Dollar Tour pada kunjungan wisatawan mancanegara asal China ke Pulau Dewata. Wagub Bali Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace memastikan toko yang melakukan praktik Zero Dollar Tour ini bakal ditutup.

"Saat ini baik pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten sudah mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan langsung ke toko-toko yang dicurigai melakukan tindakan curang. Apabila ketahuan melakukan tindakan kecurangan maka akan langsung ditindak tegas baik pencabutan izin maupun penutupan usahanya," kata Cok Ace dalam keterangan tertulis, Kamis (25/10/2018).

Untuk mencari solusi memberantas praktik Zero Dollar Tour ini Pemerintah Provinsi Bali bersama para pelaku bisnis pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Anvaya Hotel, Kuta, Badung. FGD tersebut dilakukan demi mengembalikan citra pariwisata Bali agar tak terkesan 'murahan' gara-gara praktik nakal tersebut.

"Saya berharap agar ada rekomendasi pada forum ini untuk segera ditindaklanjuti. Mari kita perbaiki masalah ini, kita pilah dan kita sisir untuk bisa diselesaikan secepatnya. Kita bersama tertibkan agar pariwisata Bali tetap berkualitas," ucapnya.

Modus Zero Dollar Tour ini dilakukan dengan cara menjual paket wisata senilai biaya tiket perjalanan Denpasar-China. Sehingga, sekilas terlihat sangat menguntungkan wisatawan yang membeli paket. Tapi pada kenyataannya, selama di Bali, mereka diwajibkan mengikuti jadwal tur yang telah ditetapkan oleh agen wisata.


BACA JUGA: Isu Wisata Bali Dijual Murah, Bikin Rugi Indonesia dan China

Agen wisata kemudian menerapkan praktik monopoli. Wisatawan dibawa berbelanja di tempat-tempat yang telah ditentukan, dan sudah terafiliasi dengan agen wisata yang menawarkan paket 'zero dollar tour'. Harga barang-barang yang ditawarkan jauh lebih tinggi dan dengan metode pembayaran non tunai.

Hal ini menyebabkan wisatawan mengalami kerugian, bahkan destinasi wisata dan negara yang dikunjungi juga sama menderitanya. Di paket ini, semua tidak ada yang dapat untung, semua gigit jari lantaran semua transaksi terhubung secara nontunai menggunakan aplikasi dari China.

(sym/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED