Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Jan 2019 12:50 WIB

TRAVEL NEWS

Catatan KLHK di TN Komodo: Jumlah Rusa Lebih Banyak dari Komodo

Afif Farhan
detikTravel
Foto: Rusa di Pulau Komodo (Afif Farhan/detikTravel)
Foto: Rusa di Pulau Komodo (Afif Farhan/detikTravel)
Jakarta - Salah satu alasan Gubernur NTT Viktor Laiskodat soal rencana penutupan Taman Nasional (TN) Komodo adalah berkurangnya populasi rusa. Tapi, KLHK punya fakta berbeda.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat rencananya akan menutup Taman Nasional Komodo selama 1 tahun. Menurutnya, ini didasari oleh kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo. Soal berkurangnya rusa, salah satu sebabnya karena perburuan ilegal.

BACA JUGA: Gara-gara Perburuan Rusa, Haruskah TN Komodo Sampai Ditutup?

Dalam siaran pers dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seperti diterima detikTravel, Jumat (25/1/2019) mereka mengungkap data lain. Tercatat jumlah rusa lebih banyak daripada komodo. Itu didapat dari hasil monitoring Balai TN Komodo dan Komodo Survival Program pada tahun 2017.

"Jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu, yang tersebar di Pulau Rinca (1.410), Pulau Komodo (1.226), Pulau Padar (2), Pulau Gili Motang (54) dan Pulau Nusa Kode (70). Sedangkan populasi rusa adalah sebanyak 3.900 individu, dan kerbau sebanyak 200 individu," tulis pernyataan KLHK.

Rusa di Pulau Komodo (Afif Farhan/detikTravel)Rusa di Pulau Komodo (Afif Farhan/detikTravel) Foto: undefined


Soal perburuan rusa di TN Komodo, KLHK mengakui bahwa itu merupakan ancaman pada populasi komodo. Namun, KLHK sudah mengambil langkah-langkah khusus.

"Ancaman terhadap komodo adalah masih ditemukannya perburuan rusa, yang pada umumnya dilakukan oleh oknum masyarakat Kabupaten Bima. Kejadian perburuan rusa pada tahun 2018 telah ditangani secara hukum oleh pihak Polres Bima," tulis pernyataan KLHK.

"Program breeding rusa telah dibangun di Kecamatan Sape Kabupaten Bima, dalam rangka untuk mengurangi tingkat perburuan rusa di TN Komodo," lanjut pernyataannya.

BACA JUGA: Orang Labuan Bajo: Kalau TN Komodo Ditutup, Kami Mau Makan Apa?


Sebelumnya pada kesempatan berbeda, Deni Purwandana, Koordinator Yayasan Komodo Survival Program juga menyatakan tidak ada penurunan jumlah rusa di TN Komodo. Lagipula, makanan komodo juga tidak bergantung pada rusa semata melainkan ada kerbau dan babi hutan.

"Kami tidak melihat penurunan populasi rusa di Pulau Komodo. Untuk di Pulau Rinca, ada sedikit kecenderungan penurunan populasi rusa, tapi makanan komodo juga tidak hanya bergantung pada rusa. Ada kerbau dan babi hutan," katanya kepada detikTravel, Rabu (23/1).


(aff/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED