Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Mar 2019 19:30 WIB

TRAVEL NEWS

Pakai APBD, Tambrauw Belah Gunung untuk Bangun Akses Wisata

Bona
detikTravel
Kabupaten Tambrauw di Papua Barat Foto: Bonauli/detikTravel
Kabupaten Tambrauw di Papua Barat Foto: Bonauli/detikTravel
Tambrauw - Kabupaten Tambrauw di Papua Barat mulai pamerkan keindahan pariwisatanya. Belah hutan dan bangun jalan, Tambrauw konsisten untuk pariwisata.

Press tour 2019, Tambrauw menjadi daerah pertama yang masuk dalam daftar Kementerian Pariwisata. Dalam kegiatan ini, Tambrauw ingin menunjukkan komitmennya untuk pariwisata.

"Komitmen itu kunci maju, seperti rumus pariwisata dari Menpar Arief Yahya, soal atraksi Tambrauw tidak usah khawatir. Tinggal akses dan amenitas yg di majukan," ujar Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Selasa (5/3/2019).

Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PariwisataGuntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Foto: Bonauli/detikTravel

Tambrauw sendiri bisa dibilang baru memulai pembangunan jalan sepanjang 680 km dalam 7 tahun. Salah satu kabupaten terbesar di Papua Barat ini, berkomitmen untuk membangun pariwisata Tambrauw.

"Tambrauw membangun infrastruktur dari APBD sebesar 10 milyar dan pinjaman dari Bank Papua sebesar 300 milyar," kata Gabriel Asem, Bupati Tambrauw.

Dari dana APBD dan pinjaman, Tambrauw sudah membangun akses jalan yang membentang dari Kebar, Fef sampai Sausapor. Jalan ini dikhususkan untuk jalur wisatawan dari Manokwari menuju Tambrauw. Tambrauw sendiri nantinya akan membuka pintu dari Manokwari dan Sorong.

"Kunci keberhasilan pariwisata ada yang datang dan pergi. Jalan sudah dibuka untuk pariwisata. Sementara sarana penunjang itu besar dan lama. Tapi bisa pendek kalau kepala daerahnya komitmen," papar Guntur.

Bupati Gabriel menargetkan Tambrauw siap dikunjungi oleh wisatawan tahun depan. Walau demikian, kendala yang dimiliki Tambrauw cukup berat, yaitu sumber daya manusia (SDM).

"Target tahun depan sudah bisa dikenal dalam dan luar negeri. Yang lebih berat masalah sumber daya lokal. Harus siapkan sdm yg fasih berbahasa. Saat ini dimulai dari sekolah," papar Gabriel.

Untuk target jumlah wisatawan sendiri, Tambrauw masih belum terdata. Hal ini diakui karena masih terbatasnya sumber daya.

"Tahun 2019 targetnya 5000 wisatawan. Atraksi sudah ada tapi akses dan amrnitas belum ada. Amenitas pelan-pelan, mau undang investasi," ungkap Gabriel.

Mengundang investor jadi salah satu cara Tambrauw untuk maju dalam pariwisata. Salah satunya yang sudah siap adalah Papua Diving yang berencana untuk membangun cottage dan dive centre.

BACA JUGA: Kata Orang Papua Tentang Es Abadi di Tanah Mereka

Sebagai bekas pangkalan militer Amerika pada Perang Dunia II, Tambrauw memang sangat menjanjikan. Wisatawan bisa melihat langsung tank dan pesawat perang di darat dan dalam laut.

Keindahan Tambrauw di Papua BaratKeindahan Tambrauw di Papua Barat Foto: Bonauli/detikTravel


Kendala lain berupa pembebasan tanah adat dari masyarakat dan tidak adanya sinyal. Sehingga nama Tambrauw masih asing di telingan wisatawan Indonesia sendiri.

"Penolakan (dari masyarakat-red) itu biasa, kadang tidak setuju, jadi dilakukan pendekatan. Pembebasan tanah disesuaikan dengan perda dan perbup untuk harga tanah. Tahan adat dibayar. Untuk sinyal, baru ada 2 tower. Nanti mau dibangun 8 tower Telkomsel," jelas Gabriel. (sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED