Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Jul 2019 09:25 WIB

TRAVEL NEWS

Danau Rawapening, Mau Gitu-gitu Aja?

Bonauli
detikTravel
Foto: Rawa Pening (Aji Kusuma Admaja/detikTravel)
Foto: Rawa Pening (Aji Kusuma Admaja/detikTravel)
Jakarta - Rawapening di Semarang menjadi salah satu 15 danau prioritas destinasi pariwisata. Mengalami penurunan kualitas, apakah langkah penyelamatannya?

Keindahan Danau Rawapening menjadikan tempat ini sebagai salah satu tempat wisata di Semarang yang menjadi unggulan Jawa Tengah. Teeletak di Ambarawa, Semarang, Rawapening menjadi salah satu dari 15 danau prioritas destinasi pariwisata Indonesia.

Panorama yang suguhkan oleh Rawapening tak perlu diragukan lagi. Namun masalah seperti melimpahnya eceng gondok juga menjadi hal yang harus diatasi.

Melalui Seminar Pengembangan 15 Danau Priositas Sebagai Destinasi Pariwisata, di Hotel Dafam Teraskita, Jakarta, Rabu (17/7/2019), Naswardi, Kabid Danau Situ dan Embung Direktorat Bendungan Ditjen Sumber Daya Air, juga ikut memberikan informasi tentang Rawapening di Semarang.

Naswardi menjelaskan bahwa danau dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu badan danau dan sempadan. Badan danau adalah area tampungan air danau.

Sedangkan sempadan adalah area pinggir danau di atas air. Di area sempadan inilah yang jadi tempat aktivitas manusia.

Banyak yang tidak tahu bahwa sempedan ini seringkali terjadi karena sedimentasi. Aktivitas di area sempedan rupanya mengganggu keberlangsungan danau.

"Salah satu danau yang mengalami pendangkalan adalah Rawapening. Dulu 15 meter kedalaman, sekarang hanya 3 meter," kata Naswardi.

Rawapening mengalami pengangkatan tanah karena sedimentasi. Melihat hal ini, banyak warga Rawapening yang melakukan pertanian di area tersebut.

"Hal ini mengganggu keberlangsungan danau, karena area yang digunakan untuk bertani adalah sempedan. Sempedan menjadi tempat penyimpanan air," tambah Naswardi.

"Untuk itu kita adakan revitalisasi danau," ungkap Nur Hygiawiati Rahayu, mewakili Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air.

Salah satu cara yang kini dilakukan adalah dengan memanfaatkan eceng gondok sebagai biogas dan suvenir. Eceng gondok akan diolah menjadi suvenir berupa kripik atau makanan lainnya.

"Bukan cuma makanan, eceng gondok juga menjadi tikar dan anyaman. Karena pembersihan eceng gondok dengan pengangkatan hanya bertahan sebentar karena akar yang tertinggal di dalam danau," tutur Prof Winarni D Monoarfa, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Jadi, Rawapening mau gitu-gitu aja nih?



Simak Video "Ngere, Cara Tangkap Ikan Tradisional Danau Rawa Pening"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA