Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Jul 2019 06:20 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Pakaian Daerah Bali Dalam Pelantikan Anggota DPRD

Puti Yasmin
detikTravel
Seputar Pakaian Daerah Bali yang Dipakai untuk Pelantikan Anggota DPRD/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Gubernur dan Pimpinan Dewan Provinsi Bali menginstruksikan anggota DPRD Bali yang akan dilantik menggunakan pakaian daerah Bali. Traveler juga mesti tahu soal baju adat Pulau Dewata.

Instruksi itu baru dilakukan pada tahun ini. Sebelumnya, pelantikan anggota DPRD dilakukan dengan menggunakan pakaian sipil lengkap.

Nah, berikut seputar pakaian daerah adat Bali yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Baju Safari

Nama pakaian adat Bali disebut baju safari. Baju berbentuk kemeja putih ini biasanya digunakan oleh laki-laki lengkap dengan udeng dan kamennya.



2. Udeng

Udeng merupakan ikat kepala yang digunakan oleh laki-laki. Biasanya ikat kepala ini digunakan untuk sembahyang. Selain itu, penambahan senjata tradisional Bali bisa melengkapi kegagahan kaum pria Bali.

3. Kamen

Kamen merupakan kain yang digunakan sebagai bawahan yang wajib digunakan, khususnya untuk sembahyang. Baju adat Bali anak pun juga sama penggunaannya.

Hanya saja, terdapat perbedaan antara kamen pria dan wanita. Untuk pria, kamen dipadupadankan dengan saput, sedangkan wanita hanya menggunakan satu lembar kain kamen sebagai pakaian daerah Bali.

4. Saput

Saput merupakan bagian dari pakaian daerah Bali untuk melengkapi kamen pria. Biasanya, saput digunakan pada bagian atas kamen sehingga terlihat lebih sempurna.

5. Kebaya Bali

Kebaya Bali memiliki desain yang berbeda dengan daerah Bali. Biasanya kebaya ini memiliki potongan bahu yang lebih terbuka serta terdapat selendang yang menghiasi panggul.



6. Selendang

Selendang wajib bagi seseorang yang hendak menjalankan ibadah atau ritual keagamaan. Makna penggunaan selendang sebagai pengikat diri dari tingkah laku atau nafsu.

7. Saput Poleng

Saput poleng berbeda dengan saput biasa karena motifnya yang identik, yakni kotak-kotak putih dan hitam. Saput ini biasa digunakan untuk beberapa acara adat di rumah adat Bali, seperti Griya untuk melengkapai pakaian daerah Bali. (pay/nwy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA