Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 31 Jul 2019 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Koteka Sebenarnya Terbuat dari Apa Sih?

Ilustrasi Suku Dani yang memakai koteka di Papua (Sastri/detikTravel)
Jakarta - Menurut peneliti dari Balai Arkeologi Papua, pengguna koteka atau pakaian adat Papua untuk pria mulai berkurang. Kamu tahu nggak koteka terbuat dari apa?

Bagi traveler yang belum tahu, koteka merupakan pakaian tradisional khas Papua yang berfungsi untuk membungkus alat kelamin pria. Bagi Suku Dani, Koteka juga kerap disebut sebagai Holim.

Menurut peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada detikcom, Rabu (31/7/2019), koteka mulai ditinggalkan karena perubahan zaman.

"Sekarang, yang memakai koteka hanyalah generasi-generasi tua dan di wilayah yang jauh dari perkotaan," ujarnya.

BACA JUGA: Koteka, Pakaian Tradisional Papua Itu Terancam Punah

Traveler mungkin sudah ada yang pernah melihat koteka seperti apa, baik melihat secara langsung atau lewat internet. Hanya saja, mungkin tak sedikit yang belum tahu perihal asal muasal koteka.

Pohon labu (Randy/detikcom)Pohon labu (Randy/detikcom)
Faktanya, koteka terbuat dar buah labu yang memanjang. Bentuknya memang sedikit berbeda di Papua, apabila dibandingkan dengan buah labu yang identik dengan perayaan Halloween di Amerika Serikat.

Kebetulan, detikcom pun pernah bertandang ke Papua dan melihat langsung pohon labu yang menjadi asal muasal koteka beberapa waktu lalu.

"Namanya pohon koteka atau pohon Bobe. Itu buahnya yang dipakai untuk membuat koteka, seperti labu itu," cerita pemandu rombongan kami yang bernama Herriman Sihotang.

Di Papua, pohon koteka yang menghasilkan labu (Lagenaria siceraria) tersebut memang dipakai oleh masyarakat sekitar untuk dibuat koteka. Secara fisik buah labu tersebut berwarna kehijauan dan tidak berbentuk bundar, melainkan lonjong dan berlekuk.

Proses pembuatan koteka (Husni Mubarak Zainal/d'Traveler)Proses pembuatan koteka (Husni Mubarak Zainal/d'Traveler)
Cara membuat koteka pun ternyata cukup mudah. Pertama, buah labu dipotong ujungnya sesuia 'ukuran penggunanya kemudian dipanaskan dengan cara ditaruh di atas bara api.

Proses ini penting dilakukan agar lebih mudah mengeluarkan isi buah nantinya. Setelah itu, buah dikeluarkan dan dijemur sampai benar-benar kering selama sehari hingga warnanya berubah cokelat keemasan.

BACA JUGA: Dilema Koteka, Antara Modernitas dan Budaya

Agar lebih indah, buah labu yang sudah kering itu pun dilukis dengan berbagai motif khas Papua agar tampak lebih indah. Selain dilukis, tak jarang koteka ditempeli dengan bulu burung cendrawasih di ujungnya. Malah tak jarang juga ditempeli dengan ornamen lain, di mana membuat koteka sebagai simbol prestige dan status pemakainya.

Selain menjadi alat penutup kelamin dan simbol kebanggaan, koteka juga menjadi salah satu suvenir yang dapat dibeli jika berkunjung ke Papua. Harganya bervariasi dari ukuran serta ornamen yang menghiasinya.

Simak Video "Kopassus Vs Brimob Bentrok di Papua, Polri: Masalah Sudah Selesai!"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA