Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Agu 2019 23:15 WIB

TRAVEL NEWS

Tegang! China Larang Warganya Kunjungi Taiwan

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi bendera Taiwan (Dok. detikcom)
Ilustrasi bendera Taiwan (Dok. detikcom)
Beijing - Pemerintah pusat China, Beijing melarang warganya untuk pergi ke Taiwan. Hal itu dikarenakan meningkatnya ketegangan antar dua pemerintahan.

Seperti dilansir CNN, Kamis (1/8/2019), ketegangan meningkat lintas selat. Pemerintah China mengumumkan bahwa mereka akan menunda program yang memungkinkan wisatawan solo dari 47 kota untuk mengunjungi Taiwan pada hari Rabu.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengatakan, larangan bepergian akan mulai berlaku pada 1 Agustus. Secara efektif, larangan ini dikenakan bagi semua orang yang melakukan perjalanan wisata individu dari daratan Tiongkok ke Taiwan.

Sementara itu, China belum melarang wisatawan bisnis atau grup dan masih dapat mengunjungi Taiwan. Sebelumnya, ada program kunjungan perorangan yang diujicobakan pada Juni 2011 di tiga kota, yakni Beijing, Shanghai dan Xiamen.

Lalu, perluasan dikenakan bagi penduduk 47 kota. Hal ini untuk mempererat hubungan antara Taiwan dan China daratan.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Taipei dan Beijing mengalami perselisihan dalam berbagai hal. Masalah itu termasuk penjualan senjata senilai USD 2,2 miliar ke Taiwan, protes pro-demokrasi Hong Kong dan kunjungan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke New York.

Taiwan dan China daratan telah diperintah secara terpisah sejak berakhirnya perang saudara China pada tahun 1949. Tapi, Beijing tidak pernah berhenti memandang pulau itu sebagai kesatuan dari wilayahnya.

BACA JUGA: Mengenal Tipikal Liburan Turis China


Di bawah Presiden Tsai, pemerintahan di pulau itu telah mendorong Beijing di berbagai bidang. Dan, pemimpin Taiwan telah menegaskan hubungan lintas-selat jadi masalah utama dalam upayanya dipilih kembali dalam pemilihan tahun depan.

Tsai mendukung para demonstran pro-demokrasi Hong Kong dan mengecam pasukan luar negeri selama kunjungan empat malamnya yang tidak biasa ke AS pada bulan Juli ini. "Taiwan akan dengan tegas mempertahankan sistem demokrasi kita. Demokrasi kita tidak datang dengan mudah," katanya.

Beijing tak tinggal diam dan menekan lebih keras terhadap pemerintahan Presiden Tsai dalam dua tahun terakhir. China mengadakan latihan tembakan langsung di lepas pantai Taiwan dan memperingatkan bahwa pihaknya dapat menggunakan kekuatan untuk menyatukan kembali pulau itu dengan daratan.

Dalam sebuah makalah kebijakan militer pada 24 Juli, pemerintah China mengatakan bahwa Tsai dan pemerintahnya adalah ancaman bagi keamanan nasional dan stabilitas sosial.




Simak Video "Keren! Begini Penampakan 'Bandara Alien' di China"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA