Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 04 Okt 2019 14:25 WIB

TRAVEL NEWS

Media-media Asing Soroti Wacana Tarif Premium Pulau Komodo

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi Pulau Komodo (Shutterstock)
Labuan Bajo - Wacana penutupan Pulau Komodo kini berganti dengan rencana pengenaan tarif tiket masuk yang lebih mahal. Hal ini tak lepas dari sorotan media asing.

Setelah sempat menjadi polemik tahun lalu, wacana penutupan Pulau Komodo memasuki episode baru. Neberapa waktu lalu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut rencana menaikkan tarif masuk.




Berdasarkan wacana tersebut tiket masuk ke Pulau Komodo akan dibanderol seharga Rp 14 juta dengan sistem membership tahunan yang bersifat premium. Jadi, tak sembarang orang bisa masuk ke sana seperti dahulu.

"Pulau Komodo itu tidak ditutup, kita mau kelola dengan baik, (pulau) yang lain kita atur dan tata jadi wisata eksklusif. Yang penting Komodo kita atur terlindungi," kata Luhut pada detikcom di Sekolah Tinggi Perikanan, Jakarta, Rabu (2/10).

Untuk membership premium akan diarahkan ke Pulau Komodo langsung di mana komodo-komodo besar ada di sana. Sedangkan yang tidak memiliki kartu premium akan diarahkan ke lokasi lain yang ada hewan Komodo juga.

Luhut mengatakan nantinya pengelola diminta menyiapkan 50 ribu tiket seharga US$ 1.000 atau setara dengan Rp 14 juta (dalam kurs Rp 14 ribu) untuk membership premium tersebut. Maka nantinya akan ada US$ 50 juta dolar untuk mengelola Pulau Komodo agar tetap jadi situs warisan dunia.


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (Budi/detikcom)Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (Budi/detikcom)


Ternyata, kabar pengenaan tarif yang cukup premium dan eksklusif itu juga disoroti oleh media-media asing seperti. News Australia, misalnya, yang menampilkan headline, 'Popular Indonesian island will now slap visitors with a $1000 fee to visit.'

"Pulau populer di Indonesia akan membanderol pengunjung dengan tarif berkunjung senilai $1.000," demikian lansirannya.




Secara teknis, pengenaan tarif baru tersebut kabarnya akan digunakan untuk konservasi komodo yang lebih baik oleh pihak Pemprov NTT. News Australia pun sempat merujuk media Guardian, yang bicara tentang kebijakan Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang cukup kontroversial tahun 2018 lalu.

"Hanya orang dengan kantong tebal yang boleh melihat komodo. Orang-orang yang tidak punya uang tak usah mengunjungi Pulau Komodo, karena itu tak boleh untuk sembarang orang," bunyi kutipan Viktor yang dilansir media Guardian.

Ada pula media Inggris Telegraph.co.uk yang menjuduli artikelnya dengan kalimat, "Indonesia's grubby plan for Komodo offers a vision of the future: travel for the super-rich only". Tak jauh beda, wacana naiknya harga tiket masuk ke Pulau Komodo disoroti karena membidik segmen superkaya.




Sementara publikasi yang rutin mengulas pariwisata dunia, travelandleisure.com, menyebut tarif mahal itu dalam artikel berjudul, "Komodo Island Isn't Closing After All - but Visitors Will Soon Have to Pay a Hefty Fee."

Sedangkan media berbasis India Hindustan Times, yang merujuk pada pemberitaan kantor berita AFP, mewartakan Pulau Komodo tak jadi ditutup tapi bakal jadi destinasi premium. "Indonesia cancels Komodo island closure. Plans to turn it into 'premium destination'."

Luhut sendiri mengatakan alasan Pulau Komodo dibuat eksklusif, menurutnya Komodo merupakan warisan dunia yang nilainya tinggi. Untuk itu bagi yang mau berkunjung, kenapa tidak dibebani biaya mahal karena yang dilihatnya adalah sesuatu yang luar biasa.




Simak Video "Semenit Rindu: Labuan Bajo"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA