Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Nov 2019 15:21 WIB

TRAVEL NEWS

Perusahaan Diving Dituding Rusak Terumbu Karang di Sabang

Agus Setyadi
detikTravel
Ilustrasi terumbu karang (Foto: iStock)

Konferensi pers kuasa hukum PT Monster Scuba Diving CenterKonferensi pers kuasa hukum PT Monster Scuba Diving Center (Foto: Agus Setyadi/detikcom)

Bantah rusak terumbu karang

Sementara itu, PT Monster Scuba Diving Center mengklarifikasi tudingan merusak terumbu karang. Lewat kuasa hukumnya, perusahaan tersebut mengaku melakukan kegiatan usaha wisata bahari di luar zona konservasi.

Kuasa Hukum PT Monster Scuba Diving Center, Fadjri, mengatakan, kegiatan yang dilakukan klien mereka hanya membersihkan pantai Gapang untuk kepentingan masyarakat dan turis yang berkunjung ke sana. Hal itu, sebutnya, sebagai bentuk dukungan pengembangan destinasi wisata di pulau ujung barat Indonesia.

Saat membersihkan pantai tersebut, perusahaan tersebut sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Proses pembersihan diawasi kepala desa dan BKSDA.




"Klien kami tidak melakukan perusakan terumbu karang dan ekosistem laut lainnya sebagaimana berita yang beredar. Kegiatan pembersihan yang berdasarkan izin yang dikeluarkan adalah pembersihan terhadap batu-batu kecil, dan pecahan karang kering dan tidak produktif, serta sampah-sampah lainnya yang diduga merupakan bekas dibawa oleh arus tsunami pada Desember 2004 lalu di sepanjang Pantai Gapang," kata Fadjri dalam konferensi pers di Banda Aceh.

Dia juga membantah adanya alat betat yang beroperasi di lokasi. Menurut Fadjri, di lokasi pembersihan yang dilakukan kliennya tidak terdapat terumbu karang ikan.

"Kami pertegas dalam pekerjaan pembersihan tersebut juga klien kami juga tidak memasukkan benda lain dari luar seperti semen, batu, ke dalam ataupun mengeluarkan benda-benda dan terumbu karang dari dalam laut keluar, melainkan hanya memindahkan ke samping agar tertata dengan rapi," jelasnya.

"Akibat dari kegiatan pembersihan juga telah berdampak positif bagi ekosistem dilokasi tersebut, dibandingkan dari keadaan sebelum pembersihan. Hal ini terlihat terdapat beberapa biota lain termaksud ikan dan udang lobster yang mulai masuk ke lokasi setelah pembersihan dan diharapkan dapat berkembang dengan baik," katanya.


Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(agse/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA