Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Nov 2019 12:01 WIB

TRAVEL NEWS

Wih! 'Anu' Sapi Jadi Jajanan di Serang

Bahtiar Rifa'i
detikTravel
Acara festival budaya di Serang. (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Acara festival budaya di Serang. (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang - Kelompok pelestari bahasa daerah Serang, atau yang dikenal kelompok Bahasa Jawa Serang (BJS), menggelar festival budaya bahasa lokal. Acara ini adalah bentuk pelestarian bahasa, kesenian daerah, penganan lokal, dan permainan masa kecil.

Festival budaya lokal ini sekaligus merayakan ulang tahun komunitas pencinta bahasa Jawa Serang (Jaseng) ke-9. Acara yang digelar pada akhir pekan, Minggu (17/11/2019) kemarin, dihadiri oleh warga yang menggunakan bahasa Jaseng. Festival dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin.

Penanggung jawab acara, Mang Ovie Rambo Banten, mengatakan bahwa acara ini sebagai bentuk pelestarian budaya dan bahasa Jaseng. Pengguna Jaseng berkumpul bersama keluarga masing-masing untuk mengenalkan berbagai penganan lokal dan mengenalkan bahasa daerah termasuk pada anak-anak dan pengunjung.

"Ini sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah khususnya Jaseng, selain itu mengenalkan penganan lokal khas Serang dengan nama yang unik," kata Mang Ovie kepada wartawan di GOR Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten.

Penganan itu dapat dinikmati pula dalam festival ini. Ada panganan khas seperi Santri Mutil, Rangda Kewudan, Ongol-ongol, Sayur Blohok, Ketan Bintul, Sate Bandeng, sampai Rabeg.

Wih! 'Penis Sapi' Jadi Penganan di SerangPenganan Kontol Sapi khas Serang. (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)

Terkait penganan dengan nama unik, salah satunya yang mencuri perhatian adalah Kontol Sapi. Penganan ini tak benar-benar berasal dari "anu"-nya sapi tapi terbuat dari beras ketan yang dibumbui oleh gula.

"Nama penganan ini bukan jorok, memang itu namanya di sini," kata Mang Ovie menjelaskan.

Wih! 'Penis Sapi' Jadi Penganan di SerangPenganan Kontol Sapi khas Serang. (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)

Para pengunjung juga bisa menikmati setiap kuliner yang disediakan komunitas. Terakhir, pengunjung bisa menikmati makanan Rabeg bersama-sama dan menikmati pertunjukan seni teater tradisional Ubrug.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Subadri mengatakan pelestarian bahasa Jaseng jadi tanggung jawab bersama warga Serang. Generasi anak-anak muda perlu dikenalkan pada bahasa daerah yang semakin lama berkurang penuturnya.

"Bahwa kewajiban semua untuk melestarikan bahasa Jawa Serang," katanya.

Wih! 'Penis Sapi' Jadi Penganan di SerangAcara festival budaya di Serang. (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)

Sebagai bentuk pelestarian, Pemkot akan menggunakan bahasa lokal ini untuk diuturkan di call center milik Dinas Kominfo, penamaan taman-taman kota juga akan menggunakan bahasa daerah.

"Nanti ada taman cecantelan (persaudaraan), itu cara koa melestarikan bahasa Jaseng," ujarnya.






Simak Video "Tradisi Nyadran, Sleman"
[Gambas:Video 20detik]
(bri/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA