Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 18 Des 2019 13:20 WIB

TRAVEL NEWS

Denda Rp 400-an Juta buat Turis Gemuk yang Naik Keledai Santorini

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Foto: Keledai di Santorini, Yunani (iStock)
Jakarta - Tahun lalu, pemerintah Santorini melarang turis dengan bobot besar menunggangi keledai. Kini, turis gemuk yang menaiki keledai bahkan bakal didenda Rp 468 juta.

Banyaknya keledai yang pincang bahkan lumpuh akibat ditunggangi oleh wisatawan berbobot besar membuat pemerintah Santorini, Yunani melarang turis gemuk menaiki keledai. Hewan ini menjadi moda transportasi untuk menaiki banyaknya anak tangga di pulau ini.

Foto: Keledai menjadi salah satu moda transportasi di Pulau Santorini, Yunani (iStock)

Selain membawa beban yang berat, jalanan yang dilalui juga curam dan sempit. Banyak keledai yang terluka akibat bekerja berjam-jam di bawah terik matahari dengan persediaan air yang kurang. Mereka dicambuk dan dipukul oleh pemiliknya saat membawa pengunjung melintasi pulau.

Pada tahun lalu, pemerintah Yunani mengeluarkan undang-undang berisi larangan untuk menunggangi keledai bagi turis yang beratnya lebih dari 100 kg atau seperlima dari berat keledai. Sekarang, mereka menerapkan peraturan untuk memberi denda bagi turis gemuk yang masih naik keledai setelah adanya surat terbuka dari musisi Athena, Tommy Lee.

Surat terbuka ini berisi permintaan dari Tommy Lee agar pemerintah menyelesaikan penyalahgunaan pada keledai Santorini. Menteri Pertanian Yunani, Makis Voridis menyatakan pelanggar akan dikenai denda hingga €30.000 atau sekitar Rp 468 juta.

"Dalam hal pelanggaran undang-undang yang ada oleh otoritas audit, pelanggar akan dikenakan hukuman berat. Perlu dicatat bahwa denda yang dikenakan mencapai € 30.000," ungkap Makis Voridis.

Salah satu juru bicara untuk badan amal Donkey Santorini mengklaim bahwa hewan- hewan harus membawa beban kurang dari 20% berat badan mereka. Wisatawan yang gemuk dan kelebihan berat badan ditambah kurangnya naungan air, panasnya cuaca dan jalanan bebatuan adalah penyebab sakitnya keledai.

Foto: Keledai Santorini (iStock)

Penduduk Santorini, Christina Kaloudi pindah ke pulau ini dari Athens 10 tahun lalu. Dia mendirikan Asosiasi Kesejahteraan Hewan Santorini untuk menolong keledai-keledai yang bekerja terlalu berat.

"Mereka dipaksa untuk bekerja dengan kondisi mengerikan tanpa air yang cukup, tempat tinggal atau istirahat dan saya menemukan mereka terikat di luar tempat tinggal saya, nyaris tidak hidup,"kataKaloudi.


Simak Video "Uniknya Burger Keledai dari Tiongkok"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA