Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 01 Feb 2020 22:40 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Turis Terjebak Tak Jauh dari Pusat Wabah Corona

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Turis Terjebak di Wuhan
Foto: Jeremy List dan keluarga (dok. Jeremy List)
Wuhan -

Hingga sekarang, Kota Wuhan masih diisolasi terkait virus Corona. Masih ada ratusan turis yang terjebak di sana. Begini cerita salah satu dari mereka.

Jeremy List bersama istrinya Fu Xuan, dan sang putri, Miranda pergi liburan ke rumah saudara Fu Xuan di desa kecil bernama Longkou, sekitar 80 kilometer dari Wuhan. Tak ada dari mereka yang menyangka bahwa liburan itu akan berubah jadi bencana, 3 hari setelah kedatangan mereka di sana.

Dirangkum detikTravel, Sabtu (1/2/2020), tepat di hari ketiga mereka tiba, pemerintah China mengumumkan untuk mengisolasi kota Wuhan terkait wabah virus Corona. Jeremy bersama keluarga kecilnya pun tidak diizinkan untuk keluar dari desa.

Jadilah mereka menjalani hari-hari di kota 'mati'. Situasi di sana digambarkan Jeremy dengan senyap, toko-toko tutup, tapi masih tetap ada orang yang berpergian.

"Suasana di sini sangat senyap, banyak toko tutup, tapi ada orang-orang yang berjalan-jalan dan saling mengunjungi satu sama lain." kisah Jeremy seperti dikutip dari media Stuff Selandia Baru.


Meski sunyi senyap, tapi di desa tempat Jeremy tinggal, tidak ada infeksi virus Corona. Jeremy pun cukup percaya diri bahwa dirinya dan keluarganya tidak ada yang terinfeksi Corona, pun dengan orang-orang yang tinggal di desa Longkou.

Hari-hari pun berlalu, sampai sekarang keluarga Jeremy masih tertahan di daearah isolasi. Sampai-sampai, mereka harus merayakan ulang tahun pertama Miranda di tengah suasana penuh keterbatasan dan keterasingan.

Ulang tahun Miranda berlangsung sederhana, tanpa kue atau pesta. Tapi ada sisi terangnya, untuk pertama kalinya Miranda berjumpa dengan Kakek-Neneknya di China. Sang kakek pun memberikan angpao berisi sejumlah uang kepada Miranda.


Sampai sekarang, keluarga dari Selandia Baru ini masih tertahan dan belum jelas kapan bisa pulang. Stok susu bayi dan popok jumlahnya sudah mulai menipis. Jeremy juga sedang mencari cara bagaimana dia bisa mengirimkan laptopnya agar dia bisa bekerja.

"Kami sedang berusaha agar laptop kerja saya bisa dikirimkan ke sini, tapi saya tidak yakin sampai kapan situasi ini akan berakhir," tutupnya.



Simak Video "Duh! 512 Tahanan di China Terinfeksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA