Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 20 Mar 2020 14:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Kopi Robusta Vietnam yang Pahit Sangat Itu Naik Kelas

Femi Diah
detikTravel
kopi vietnam
Foto: Istimewa
Ho Chi Minh -

Kopi Vietnam yang didominasi robusta, yang dinilai sebagai kopi kasta kedua, itu naik kelas. Seperti apa kisahnya?

Rob Atthill langsung jatuh hati dengan kopi Vietnam saat pertama kali singgah traveling ke Asia Tenggara pada 2004. Pria yang juga pionir restoran Vietnam di London itu, memutuskan untuk mengimpor kopi yang ditanam dataran tinggi dan di-roasting di Kota Ho Chi Minh dua tahun kemudian.

Atthill, di bawah bendera usaha Ca Phe VN, berhasil membuat kopi Vietnam populer di London. Dia cuma membutuhkan waktu lima tahun untuk membuat penjualan naik tiga kali lipat.

Faktanya, bukan hanya Atthil yang memilih usaha kopi Vietnam. Berdasarkan laporan The International Coffee Organization dan dikutip CNN Travel Vietnam mengekspor sekitar 25 juta kantong seberat 60 kg kopi per tahun dengan nilai rata-rata USD 3 miliar.

Kisah Robusta Vietnam yang Pahit Sangat Itu Naik KelasKedai kopi di trotoar cukup mudah ditemui di seantero Vietnam. (AFP/HOANG DINH NAM)

Itu belum dihitung pasar konsumen lokal, kendati kopi bukan tanaman asli Vietnam. Kopi itu biasa diseduh di rumah-rumah sejak diperkenalkan oleh Prancis yang datang sebagai penjajah pada 1850.

Bagi warga lokal, kopi memang bukan sekadar minuman penghilang kantuk seperti anggapan banyak orang, namun sudah menjadi gaya hidup. Tempat ngopi di Vietnam ada di mana-mana dan menyasar semua kalangan. Gerai itu bisa berupa warung pinggir jalan dengan kursi-kursi plastik berkaki pendek di trotoar hingga kafe kontemporer yang memiliki mesin roasting sendiri.

"Ini tentang berkumpul dengan teman-teman," kata Will Frith, konsultan kopi yang juga pemilik co-roasting enterprise di Ho Chi Minh.

Frith bilang peminum kopi cenderung berkumpul di kedai kopi favorit mereka. Boleh dibilang, kedai kopi berfungsi sebagai ruang ketiga selain rumah dan tempat kerja. Mereka bahkan berteman dengan pemilik kedai kopi itu atau dengan pegawai di sana.

"Hampir seluruh rumah membuat kopinya masing-masing," ujar Frith.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA