Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 08 Apr 2020 15:44 WIB

TRAVEL NEWS

Sedang Lockdown, Turis Malah Berkemah di Taman dan... Akhirnya Ditangkap

Putu Intan
detikTravel
Ilustrasi berkemah
Ilustrasi berkemah (Foto: Getty Images)
Nelson -

Seorang turis asal Amerika Serikat ditangkap karena berkemah di Taman Isel, Kota Nelson, Selandia Baru. Padahal, negara itu sedang lockdown.

Polisi mengamankan turis asal AS bernama Max Tyler, usai mendapatkan laporan dari warga setempat. Mereka bilang, ada seseorang yang tak melakukan karantina mandiri.

Kepolisian mengatakan bahwa Tyler bersikap kooperatif selama pemeriksaan. Usai diamankan, Salvation Army Selandia Baru kemudian membantu pria berusia 24 tahun tersebut untuk mendapatkan tempat tinggal agar tak keluyuran saat periode karantina.

Dilansir dari Stuff, Rabu (8/4/2020), sebelum mendirikan tenda di Taman Isel, Tyler tinggal di sebuah akomodasi backpacker bernama Pusat Backpacker Abel. Tapi, ia diminta meninggalkan akomodasi yang terletak di pusat Kota Nelson pada Senin, bukan karena wabah virus Corona kian meluas di Selandia Baru, namun ada alasan lain.


Ia harus meninggalkan tempat itu usai minum 12 pak alkohol buah dan sekotak wine pada hari Minggu, tepat di hari ulang tahunnya. Parahnya lagi, ia kencing sembarangan di tempat umum.

Tindakan itu diterima Tyler sehari sebelum jadwal check out. Manajer Pusat Backpacker Abel, Theodore Sofia, mengatakan Tyler menyewa kamar untuk dua pekan yang akan habis pada Selasa.

Ketika Tyler akan pergi, Sofia menanyakan dimana ia akan tinggal.

"Dia bilang dia akan pergi ke suatu tempat. Dari apa yang aku tangkap, dia akan menemukan akomodasi lain yang dapat ia tinggali,"kata Sofia.

Tyler mengaku akan tinggal di Taman Richmond yang pernah ditinggalinya selama beberapa malam sebelum siaga 4 virus Corona diberlakukan di Selandia Baru. Tapi di perjalanan, ia menemukan Taman Isel yang menurutnya bagus.

Tyler merupakan warga San Fransisco yang tiba di Selandia Baru pada bulan Januari. Ia datang menggunakan visa turis yang telah diperpanjang sampai September. Ia juga mengaku mengajukan visa kerja namun tak dapat diproses lantaran ada wabah Corona.

Ia menceritakan bahwa ia telah memesan penerbangan kembali ke AS pada 20 April namun ia tak ingin kembali karena AS memberlakukan aturan ketat. Saat ini orang tuanya sedang diisolasi, sementara ia juga tak punya rumah sendiri. Selain itu, biaya hidup di AS juga jauh lebih mahal sehingga ia memilih untuk tinggal di Selandia Baru lebih lama.



Simak Video "263 Warga Selandia Baru Akan Dievakuasi dari China"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA