Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Jun 2020 22:46 WIB

TRAVEL NEWS

Momen Spektakuler Great Barrier Reef Jadi Sarang Ribuan Penyu

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Penyu hijau di Great Barrier Reef
Penyu hijau di Pulau Raine, Great Barrier Reef, Australia (Foto: CNN)
Queensland -

Sebuah drone peneliti merekam momen spektakuler saat ribuan penyu akan bersarang di Great Barrier Reef, Australia. Penyu hijau yang biasa bersarang di sini.

Diberitakan CNN, para ilmuwan dari Departemen Lingkungan dan Ilmu Pengetahuan Pemerintah (DES) Queensland yang merekam momen itu di Pulau Raine. Lokasi ini berjarak sekitar 620 kilometer barat laut Kota Cairns.

Koloni penyu hijau yang direkam ini adalah yang terbesar di dunia. Pemberian nama hewan itu sesuai dengan warna tulang rawan dan lemaknya, sebagian besar ditemukan di perairan tropis dan subtropis.

Penyu hijau dapat bermigrasi sangat jauh antara tempat mereka mencari makan dan pantai tempat mereka pertama kali muncul yakni tukik. Jaraknya sekitar 35 tahun setelah mereka dilahirkan.

Penyu hijau adalah makhluk yang terancam punah karena perburuan. Pemburu terlalu banyak memanen telurnya dan mereka kehilangan tempat bersarang di pantai hingga terjebak di jaring nelayan.

Penyu hijau di Great Barrier ReefPenyu hijau di Great Barrier Reef (Foto: CNN)

Pulau Raine, Great Barrier Reef adalah tempat koloni penyu terbesar yang tersisa di dunia. Meski mampu menarik kumpulan besar makhluk itu, para ilmuwan memperhatikan bahwa mereka tidak bereproduksi dengan baik seperti yang diperkirakan karena sarangnya penuh air dan medan yang tidak ramah.

Tim DES ada yang melihat penyu jatuh dari tebing. Mereka terperangkap dalam suhu yang panas dan sarang mereka yang dibanjiri air laut.

Mereka melakukan serangkaian usaha untuk membantu penyu berjuang hidup. Para ilmuwan kemudian berusaha melacak jumlah dan keberadaan populasinya.

Dalam penelitian yang dilakukan pada bulan Desember dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS ONE, mereka menemukan bahwa penggunaan pesawat tanpa awak adalah cara paling akurat untuk mendokumentasikan makhluk laut yang terancam punah.

Untuk menghitung makhluk-makhluk itu, para peneliti pada awalnya mengecat kulit kura-kura dengan garis berwarna putih ketika mereka berkumpul di pantai. Cat yang digunakan tidak beracun.

Ketika mereka mencoba menghitung kura-kura dari atas kapal, mereka kesulitan menentukan hasilnya. Agar lebih akurat dan mudah, para ilmuwan mengerahkan drone untuk memfilmkan makhluk itu dan menemukan 1,73 kali lebih banyak penyu.

Dengan menggunakan drone, tim peneliti dapat menghitung hingga 64.000 kura-kura berenang di sekitar Pulau Raine. Mereka seperti antre berjalan di darat untuk bertelur.

Para peneliti berencana menggunakan hasil drone untuk memahami dan mengelola populasi penyu hijau. Harapannya, di masa depan mereka dapat menghitung secara otomatis dari rekaman video menggunakan kecerdasan buatan.



Simak Video "Habitat Penyu Hijau Kepulauan Derawan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA