Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Jun 2020 21:47 WIB

TRAVEL NEWS

Turis Asing Sudah Tak Sabar Nonton MotoGP di Mandalika

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Gambaran Sirkuit MotoGP Mandalika
Gambaran sirkuit Mandalika, NTB (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Meski ada pandemi virus Corona, pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat tetap dikebut agar selesai dan bisa digunakan pada tahun 2021.

Pembangunan Mandalika untuk MotoGP tetap berjalan sesuai rencana. "Pembangunan Mandalika, terutama untuk rencana MotoGP 2021 tetap berjalan sesuai on track," kata Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu, dalam sebuah webinar yang diadakan kantornya beberapa waktu lalu.

"Sudah ada interest dari wisatawan berbagai negara untuk mengunjungi Mandalika saat MotoGP," ujarnya.

Pembangunan sirkuit MotoGP itu ditargetkan selesai pada 2021. Di mana Indonesia kebagian seri MotoGP Mandalika pada Oktober 2021. Sirkuit yang digunakan benar-benar menggunakan lahan baru di salah satu kawasan NTB.

Sebelumnya Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) optimistis percobaan sirkuit bisa digunakan di awal 2021. Ini menjadi sirkuit MotoGP pertama yang berupa street sircuit di mana saat tidak ada acara balap akan dijadikan jalan lingkar.

Mandalika merupakan salah satu dari lima destinasi wisata superprioritas yang tengah disiapkan pemerintah. Selain Mandalika ada Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara. Sebelum pandemi COVID-19, pemerintah melakukan percepatan pengembangan infrastruktur di lima daerah itu dengan target selesai pada 2020.

Tapi kemudian virus Corona mewabah. Pemerintah menghemat keuangan untuk dialihkan kepada pembiayaan terkait virus Corona. Tapi, Menteri PUPR Basuki menjamin anggaran untuk membangun infrastruktur pada lima destinasi wisata superprioritas itu tak berkurang. Sebab, lima destinasi itu diyakini bisa menjadi lumbung pendapatan Indonesia di masa depan.

"Di Kementerian PUPR, walaupun dihemat Rp 44 triliun dari Dipa (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Rp 120 triliun untuk tahun 2020, tidak ada kegiatan yang dibatalkan. Yang Rp 44 triliun yang dtunda itu akan menjadi prioritas pada tahun 2021 dan sudah dialokasikan anggarannya oleh ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani," kata Basuki dalam konferensi pers virtual, Jumat (29/5/2020).

"Kembali ke lima destinasi wisata itu, anggaran Rp 6,4 triliun tidak termasuk yang dihemat, karena itu menjadi prioritas setelah pandemi virus Corona. Dari sektor inilah diharapkan paling cepat rebound setelah pandemi," Basuki menambahkan.

"Dana sebesar Rp 9,4 triliun itu Rp 5,4 triliun sudah tanda tangan kontrak, sisanya mulai kontrak dan dimulai setelah lebaran," kata Basuki.

Basuki mencontohkan pembangunan infrastruktur di lima destinasi wisata superprioritas itu. Danau Toba misalnya, sedang digenjot penataan pantai dan hutan di area itu. Juga, perbaikan jalan dan pelebaran jalan, pembangunan gapura, pasar dll.

Sementara itu, infrastruktur di Candi Borobudur diprioritaskan untuk membangun akses utama menuju Candi Budha di kabupaten Magelang tersebut. Selain itu dibangun gapura di setiap jalur masuk menuju Candi Borobudur.



Simak Video "MotoGP 2020 Diyakini Start di Spanyol Bulan Juli"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA