Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 28 Jul 2020 07:17 WIB

TRAVEL NEWS

Masinis dan Cerita Tabrakan yang Akrab di Telinga

Bonauli
detikTravel
Masinis harus bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Yuk lihat cara kerja masinis di tengah pancemi COVID-19.
Widi, Masinis Muda di Daop Lokomotif Tanah Abang (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Masinis memiliki jutaan kisah di sepanjang perjalanan dinas mereka. Termasuk satu masinis ini yang tak akan melupakan kisah sedihnya saat bertugas, seperti apa?

Kereta api tidak pernah salah. Pernahkah traveler mendengar ungkapan seperti itu?

Ya, kereta tak pernah salah karena kereta tak pernah keluar jalur. Rangkaian besi yang panjang terbentang sepanjang perlintasan untuk kereta api. Jalan-jalan raya yang dilewati kereta api diberi pagar pembatas agar semua aman terkendali.

Tapi, naas kadang kala tak dapat dihindarkan. Ada saja korban terluka atau bahkan tewas tersambar kereta api.

Banyak yang menyebutnya tabrakan kereta. Tapi, karena kereta api tak pernah salah, menurut KBBI tabrak adalah momen benturan ketika suatu peraturan dilanggar, kurang tepat menyebutnya sebagai tertabrak kereta. Sebab, itu tadi, kereta api tak pernah melanggar peraturan atau bahkan keluar dari trek yang seharusnya.

Masinis Muda di Daop Lokomotif Tanah Abang. Septian Widi Subekti meluruskan diksi itu.

"Bukan tabrakan sih, dalam kereta api namanya tertemper," ujar Widi.

Widi mengisahkan pengalamannya di tahun-tahun pertama menjadi asisten masinis dan orang yang tertemper kereta. Saat itu tahun 2016-2017, Widi mengaku bahwa ada satu kisah paling sedih yang terus dia ingat.

Masinis Kereta Api Jarak Jauh Widi saat bersiap akan bertugas di Depo Tanah Abang, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Setiap masinis kereta api sebelum bekerja diwajibkan melakukan pemeriksaa kesehatan, assement pradinas, pengecekan kondisi lokomotif dan mematuhi standar operational prosedur dalam pekerjaan masinis serta protokol kesehatan.Masinis Kereta Api Jarak Jauh Widi saat bersiap akan bertugas di Depo Tanah Abang, Jakarta, Selasa (21/7/2020). (Agung Pambudhy/detikFOTO)

"Itu di perlintasan Duri, ada anak perempuan selfie yang terlalu dekat dengan rel," dia mengisahkan.

Saat itu, Widi mengaku merasa sesuatu mengenai badan kereta. Sebagai masinis, ia bilang, dia dituntut sejiwa dengan kereta yang dibawanya.

"Duk, bunyi langsung. Kerasa kalau habis nabrak sesuatu," kata dia.

Widi lekas melongok keluar jendela. Ia memastikan benda apa yang sudah menabrak rangkaiannya. Sekilas terlihat seorang anak perempuan terjerumus masuk ke selokan.

"Sehabis dinas saya cerita ke orang rumah kalau saya habis nabrak orang," Widi mengungkapkan.

Dua hari setelah kejadian tersebut, Widi kembali dinas. Ia mendapati sebuah berita seorang anak tertemper kereta api di sebuah media online.

"Beritanya saya simpan di HP. Saya sedih, saya bayangin itu saudara saya," ujarnya pelan.

Berita tersebut Widi sebar ke grup-grup masinis lainnya sebagai tanda pengingat untuk selalu hati-hati. Tak cuma kepada rekannya sesama masinis, Widi pun tak lupa sering meminta keponakan-keponakannya untuk tidak bermain di sepanjang perlintasan kereta.

Keputusan yang penuh risiko juga harus diambil oleh masinis tiap waktu. Jika ada kendaraan yang menyelinap saat kereta hendak lewat, masinis akan sepenuhnya pegang kendali. "Kami harus memikirkan jarak dan waktu, ini kena nggak ya. Belum lagi risiko pengereman karena kalau tiba-tiba berhenti antar gerbong bisa keluar jalur," dia menjelaskan.

Semua harus diperhitungkan. Fokus dan pengendalian diri memang jadi aset penting untuk masinis.



Simak Video "Ini Perbedaan Masinis KA Lokomotif dan KRL"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA