Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Agu 2020 09:04 WIB

TRAVEL NEWS

Indonesia Jajaki Travel Bubble dengan Negara Lain, Yakin?

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Pemerintah tengah mengejar target wisatawan 17 juta wisman 2017. Target itu akan naik menjadi 20 juta wisman pada 2019.
Foto: Ilustrasi wisman (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Di tengah pandemi Corona, Indonesia tengah menjajaki kemungkinan perjanjian Travel Bubble dengan negara lain. Yakin?

Kebijakan Travel Bubble tengah dijajaki Indonesia dengan negara lain. Nantinya, wisatawan dari negara tersebut bisa mengunjungi Indonesia dengan beberapa persyaratan yang sudah dipenuhi sebelumnya, misalnya lolos tes swab PCR dan dinyatakan negatif Corona.

"Untuk yang Internasional saya sudah menyusun yang namanya Travel Bubble. Jadi nanti travel bubble itu tidak negara A dengan seluruh Indonesia, atau negara B dengan seluruh Indonesia saja, tapi bisa negara A dengan hanya Bali saja, atau negara A dengan Bali dan daerah lain," ungkap Hari Sungkari, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf dalam acara Bincang Media via aplikasi Zoom.


Hari juga menambahkan, perjanjian Travel Bubble itu tengah disusun dan diharapkan bisa terwujud di akhir tahun.

"Bahkan bisa lebih kecil, bisa saja point to point, negara A dengan suatu destinasi wisata di provinsi apa. Nah itu, sedang kita susun ya. Dan kita harapkan ini bisa terjadi kesepakatan sampai akhir tahun," imbuh Hari.

Lantas dengan negara mana saja Indonesia akan menjalankan perjanjian Travel Bubble? Hari belum bisa memastikan.

"Belum, belum berani ngomong dengan negara mana. Tentu kita akan memikirkan dengan negara yang pengelolaan kesehatannya baik dan COVID-nya rendah. Ada Korea Selatan, ada Taiwan yang bagus, ada Vietnam yang bagus, tapi kita belum menentukan yang mana," sambung pria berkaca mata itu.


Namun Hari memastikan, negara tersebut bukanlah Singapura karena Singapura sampai saat ini masih membatasi warganya untuk berpergian ke luar negeri, mengingat masih ada kasus positif Corona di negara tersebut.

"Kalau Singapura, tadi saya dapat kabar sampai akhir tahun mereka tidak membolehkan warganya keluar dari negaranya. Jadi, masih jauh kalau dengan Singapura. Tapi mudah-mudahan yang sedang dinegosiasikan adalah nanti bukan publik, tapi pelaku bisnis, investor segala macem. Tapi bentuknya kayak gimana, masih kita perjuangkan," pungkas Hari.



Simak Video "Travel Bubble Hong Kong-Singapura Ditangguhkan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA