Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Agu 2020 06:09 WIB

TRAVEL NEWS

Dua Pakaian Adat yang Dikenakan Presiden Jokowi Sepekan Terakhir

Femi Diah
detikTravel
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur saat menghadiri upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-75, di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2020)
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan, NTT saat Upacara 17 Agustus di Istana Negara. (dok. Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat berbeda dalam dua acara yang berdekatan pekan lalu. Dua-duanya pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jokowi tampil dengan kemeja putih yang dipadu kain tenun yang didominasi warna merah, lengkap dengan penghias kepala dalam upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2020). Rupanya, itu busana adat Timor Tengah Selatan, NTT.

Kain selendang tenun khas TTS merupakan kain tenun dengan motif Berantai Kaif Nunkolo. Jokowi memakai kain tenun berwarna merah itu untuk melapisi celana hitam dan dipadu dengan kain bersama kemeja putih, serta ikat kepala dengan motif serupa.

Kain yang dikenakan Jokowi tersebut telah dimodifikasi dari bentuk belah ketupat atau geometris dengan bentuk batang tengah yang menandakan sumber air. Sementara itu, motif bagian pinggir kain yang bergerigi melambangkan wilayah yang berbukit-bukit serta berkelok-kelok selayaknya kawasan TTS.

Adapun warna merah yang dipilih melambangkan keberanian kaum pria Nunkolo. Nunkolo merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten TTS.

Ikat kepala yang dipakai Jokowi disebut Pilu. Ikat kepala itu berjenis Yi U Raja, yang bentuknya menyerupai dua tanduk kecil. Ikat sebagai penutup kepala juga 'pelindung' yang diasosiasikan dengan sosok seorang raja atau pemimpin.

Jokowi juga mengunggah foto sedang memakai pakaian adat itu di akun Instagram. Dia melengkapi dengan makna pakaian adat tersebut.

[Gambas:Instagram]

Presiden Joko Widodo juga mengenakan pakaian adat NTT dalam Pidato Tahunan MPR RI Tahun 2020 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2020). Di acara tersebut Jokowi memakai pakaian adat Sabu Raijua.

Pakaian adat Sabu Raijua dipilih karena dinilai pada pakaian itu melekat prinsip egaliter. Busana adat itu tidak digunakan untuk kelas sosial atau upacara tertentu, namun dipakai oleh semua kalangan, mulai dari rakyat kecil hingga bangsawan dalam acara apapun.

Pakaiat adat Sabu Raijua itu lengkap dengan penutup kepala, kain tenun menyilang, sabuk dan kalung. Soal warna, tenun Sabu memang memiliki corak warna cerah dan beragam.

[Gambas:Instagram]



Dari kepresidenan memilih warna minimalis dengan nuansa gelap, yakni warna dasar hitam dengan corak kuning keemasan. Itu agar pakaian adat tersebut menjadi perlambang Indonesia yang sedang berduka cita akibat pandemi virus Corona.

Saat memakai pakaian adat itu, Presiden Joko Widodo memadukan dengan kemeja hitam lengan panjang dan celana hitam.



Simak Video "Jokowi Harap 70% Lebih Warga Sudah Divaksinasi hingga Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA