Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Agu 2020 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

China Sewakan Ratusan Pulau, Minat?

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Pulau Bangchui di Liaoning China
Pulau Bangchui di Liaoning, China (Foto: CNN)
Jakarta -

China menyewakan ratusan pulau miliknya bagi para wisatawan. Lalu, apa keistimewaannya selain jadi pulau pribadi?

Diberitakan CNN, provinsi Liaoning di timur laut China adalah rumah bagi ratusan pulau tak berpenghuni. Pulau-pulau itu kini disewakan.

Departemen Keuangan dan Sumber Daya Alam Liaoning mengeluarkan pernyataan pada Juli yang beredar luas di media sosial China minggu ini. Dalam pengumuman itu tercantum biaya penggunaan pulau-pulau tak berpenghuni.

Meskipun pulau-pulau tersebut, seperti kebanyakan bidang tanah dan sumber daya di China, dimiliki oleh pemerintah tapi tetap dapat disewakan kepada individu. Harga sewanya bisa mencapai 3.700 yuan atau USD 535 per hektar per tahun, menurut kantor berita pemerintah China Xinhua.

Liaoning adalah markas bagi sejumlah besar pulau di China utara, total ada 633 pulau, 44 di antaranya berpenghuni dan 589 lainnya kosong. Meskipun beberapa pulau terletak di lepas pantai di Laut Kuning.

Banyak pulau yang tersebar di sepanjang sungai Yalu yang memisahkan provinsi ini dari negara tetangga, Korea Utara. Ibu kota Liaoning, Shenyang, berjarak sekitar 430 mil di timur Beijing.

Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan pada sumber daya laut di kawasan itu telah meningkat. Beberapa pulau serta wilayah laut di sekitarnya telah digunakan secara tidak efisien dan ekstensif.

Pada skala yang lebih luas, pulau-pulau di China itu dapat dihargai 25 juta yuan per hektar per tahun. Harganya tergantung pada beberapa faktor, termasuk seberapa luas yang akan dikembangkan dan tujuan penggunaan.

Harga terendah yang bisa wisatawan dapat yakni seharga USD 535, dengan memilih opsi termurah dari semua faktor. Misalnya, memilih pulau dengan peringkat paling bawah dalam skala enam tingkat, diurutkan berdasar pembangunan sosial ekonomi, semakin tinggi pangkatnya semakin mahal harganya.

Pulau-pulau di China tersebut juga harus memenuhi standar untuk penggunaan, artinya tidak memerlukan reklamasi lahan atau jenis pengembangan lahan lain yang dapat menaikkan harga hingga 20 kali lipat. Persyaratan ini bertindak sebagai pencegah pembangunan untuk perlindungan lingkungan.

Akhirnya, harga itu tergantung pada penggunaan Anda nanti, yakni pariwisata, pertanian, perikanan, energi, pembangunan atau yang lainnya. Ada sembilan kategori penggunaan, masing-masing memiliki harga yang berbeda.

Pariwisata dan hiburan adalah kategori yang paling sering dipilih untuk menyewa pulau-pulau ini. Prospek memiliki sebuah pulau menjadi desas-desus di platform Weibo, tapi para pejabat memperingatkan bahwa itu tidaklah mudah.

Inti dari mengeluarkan pernyataan ini dan merancang sistem harga yang kompleks adalah untuk memastikan perlindungan yang lebih baik untuk pulau-pulau tersebut. Artinya calon penyewa harus menjalani proses pengajuan yang panjang dan ketat.

Penyewa perlu menyerahkan laporan proyek yang menunjukkan bahwa Anda patuh terhadap peraturan lingkungan serta rencana pengembangan dan pemanfaatan khusus. Setelah peninjauan, penyewa akan disetujui menggunakan pulau itu.

China mendapat sorotan internasional karena pengerukan pasir dan reklamasi lahan untuk membangun pulau buatan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut para pencinta lingkungan kegiatan itu mendatangkan malapetaka pada habitat dan ekosistem laut.



Simak Video "China Bangun Jalur Kereta Super Cepat Rel Ganda"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA