Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 29 Agu 2020 10:20 WIB

TRAVEL NEWS

Agustinus Wibowo Lebih Pas dengan Traveling Tradisional, Apa Itu?

Femi Diah
detikTravel
Agustinus Wibowo
Agustinus Wibowo (dok. pribadi)
Jakarta -

Penulis buku-buku perjalanan Agustinus Wibowo menganggap traveling tradisional paling pas untuknya. Apa maksudnya?

Agustinus mengawali traveling seperti traveler lain, mengincar banyak destinasi. Dulu, dia juga terobsesi untuk menandai paspornya dengan stempel negara-negara yang didatangi.

Tapi, dalam prosesnya, pria yang akrab disapa Agus itu memilih untuk menjalani traveling tradisional. Dia mengikuti perjalanan ala orang-orang dahulu kala.

"Aku enggak pernah menghitung jumlah negara yang sudah aku datangi. Karena, buat aku jumlah negara tidak terlalu penting. Sekarang aku lebih mengandalkan kepada kedalaman. lebih baik pergi ke jumlah negara sedikit tapi benar-benar mengerti dan memahami ketimbang hanya sekilas namun cuma di permukaan," kata Agus dalam perbincangan dengan detikTravel.

"Ya, aku lebih suka perjalanan dalam cara yang tidak terkomersialisasi, karena buat aku perjalanan itu terinspirasi cerita-cerita perjalanan yang ditulis di masa lalu. Perjalanan adalah proses interaksi antarmanusia, antarbudaya, saling mengenal dan buat aku itu yang penting," Agustinus Wibowo menuturkan.

Makanya, Agus lebih senang melebur dengan warga setempat. Dia langsung berpartisipasi dalam aktivitas warga lokal.

"Itu agar aku bisa memahami dan mengadopsi roh tempat itu. Dan, buat aku itulah perjalanan. Secara tradisional memang untuk itu. Wisata sebenarnya baru ada abad 20, zaman dulu jalan-jalan ya buat berdagang, interaksi, riset, koloni," ujar penulis buku Titik Nol, Garis Batas, dan Selimut Debu, Agustinus.

"Jadi, aku lebih mengapresiasi perjalan yang tradisional, interaksi budaya itu untuk memahami belajar, untuk memahami mereka dan memahami aku sendiri," Agus menambahkan.

Saat ini, Agustinus Wibowo tengah menyiapkan seri buku perjalanan tentang nusantara. Itu merupakan hasil rangkaian perjalanannya di Belanda. Suriname, dan perbatasan-perbatasan Indonesia.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA