Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 19 Sep 2020 12:45 WIB

TRAVEL NEWS

Qantas Jual Tiket ke Antah Berantah, Ludes dalam 10 Menit

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Qantas Airways
Foto: Maskapai penerbangan Qantas (Qantas)
Sydney -

Saat berbagai pembatasan dilakukan, traveler tak lagi bisa naik pesawat untuk melakukan penerbangan jarak jauh. Mungkin, hal satu ini bisa jadi obat rindu buat yang ingin naik pesawat.

Dikutip dari Travel+Leisure, maskapai Qantas Airways menawarkan penerbangan selama 7 jam mengelilingi Australia. Pesawat akan terbang di atas Great Barrier Reef dan pedalaman Australia.

Nantinya pesawat akan mendarat di tempat yang sama, yaitu di Bandara Internasional Sydney. Tak disangka, penawaran ini disambut dengan baik. Dalam 10 menit tiket berhasil terjual habis.

"Ini mungkin penerbangan dan penjualan tercepat dalam sejarah Qantas," kata CEO maskapai, Alan Joyce, dalam sebuah pernyataan.

"Orang jelas merindukan perjalanan dan pengalaman terbang. Jika ada permintaan, kami pasti akan melakukan lebih banyak penerbangan wisata ini selama kami semua menunggu perbatasan dibuka," tambahnya.

Penerbangan mengelilingi Australia itu akan berangkat pada 10 Oktober. Qantas menawarkan 134 kursi dengan harga yang berkisar antara $ 566 atau Rp 8 juta hingga USD 2.734 atau Rp 40,3 juta, tergantung kelas mana yang dipilih penumpang.

Penerbangan akan menggunakan Pesawat Boeing 787 Dreamliner yang memiliki jendela besar. Penumpang akan diajak terbang di atas ketinggian 30.000 kaki dan bisa melihat pemandangan yang indah.

Menurut CNN, Selain mengitari area utama seperti Sydney Harbour, Great Barrier Reef dan Outback, pesawat juga akan melakukan penerbangan rendah di atas Uluru dan Pantai Bondi.

Tak hanya itu, selama di dalam pesawat, penumpang akan disuguhi hiburan, ada juga kejutan pembawa acara dari kalangan selebriti.

Penerbangan ini akan menggunakan pesawat Boeing 787 Dreamliner. Pesawat Qantas itu biasanya dipesan untuk perjalanan antarbenua melintasi benua.

Saat ini, hanya ada sedikit penerbangan yang beroperasi ke dan dari Australia karena pembatasan perjalanan. Dan, armada internasional Qantas telah dilarang terbang.

Dreamliner terkenal dengan jendelanya yang besar. Itu membuatnya ideal untuk tamasya dari ketinggian 30.000 kaki.

Penerbangan QF787, akan berangkat dari Bandara Domestik Sydney pada 10 Oktober dan kembali tujuh jam kemudian. Ada 134 tiket yang dijual, mencakup kelas bisnis, ekonomi, ekonomi premium dengan harga tiket dimulai dari AUD 787-3.787 atau Rp 8,4-40,7 juta.

Saat ini penerbangan internasional di Australia belum dibuka karena pembatasan perjalanan. Menurut Departemen Kesehatan Pemerintah, perbatasan Australia masih tertutup untuk negara lain. Meski tak ada tiket perjalanan jarak jauh, kini penerbangan tak kemana-mana banyak diminati. Bahkan sebelumnya telah dilakukan oleh Maskapai di Taiwan dan Jepang.

Tren baru

Di seluruh Asia, di mana sebagian besar perbatasan ditutup, membatasi pariwisata, ada serentetan penerbangan ke antah berantah baru-baru ini.

Penerbangan Qantas mengikuti penerbangan antah berantah EVA Air yang berbasis di Taiwan. Maskapai ini menawarkan penerbangan itu pada 8 Agustus dengan menggunakan pesawat A330 Dream bertema Hello Kitty.

Sementara itu, All Nipon Airways (ANA) juga mengoperasikan penerbangan wisata singkat di Jepang pada Agustus. Menurut maskapai, layanan itu berusaha meniru tawaran resor di Hawaii, ada 300 penumpang dalam penerbangan 1,5 jam itu.

Pada 19 September, penerbangan serupa akan berangkat dari Bandara Taipei. Sebanyak 120 traveler Taiwan berkesempatan untuk melihat Pulau Jeju, Korea Selatan dari langit.

Singapore Airlines juga dilaporkan mempertimbangkan untuk mengoperasikan penerbangan ke antah berantah mulai Oktober. Juru bicaranya mengatakan bahwa maskapai sedang mempertimbangkan beberapa kegiatan yang melibatkan traveler secara langsung.

Dari perspektif lingkungan, rencana penerbangan ke antah berantah berpotensi menimbulkan perdebatan. Karena, ada kekhawatiran tentang penggunaan bahan bakar yang tidak perlu.

Kekhawatiran penularan COVID-19 mungkin menurun karena studi ilmiah baru-baru ini. Karena, kemungkinan tertular di pesawat lebih kecil, karena sistem ventilasi udara atau keberadaan HEPA. Qantas dan maskapai lainnya tetap menegakkan aturan protokol kesehatan dalam penerbangan ini.



Simak Video "Kualitas Udara di Melbourne dan Sydney Memburuk"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA