Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Okt 2020 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Senangnya Lumba-lumba Pink Kembali ke Perairan Hong Kong

Putu Intan
detikTravel
Lumba-lumba pink: Apakah mamalia langka ini terancam punah di Hong Kong?
Lumba-lumba pink. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Lumba-lumba pink yang langka kembali ke perairan antara Hong Kong dan Makau. Berkurangnya aktivitas kapal karena Corona membuat mereka bebas bermain.

Dilansir dari AFP, Senin (19/10/2020) lumba-lumba tersebut pertama kali terdeteksi melalui perangkat GPS. Adalah Naomi Brennan, seorang konservasionis yang mengetahui kembalinya sang mamalia yang juga disebut lumba-lumba putih China itu.

Brennan sendiri sehari-hari memang berpatroli menggunakan kapal di Delta Sungai Mutiara untuk mendokumentasikan kehidupan lumba-lumba pink.

"Hari ini kami bertemu tiga kelompok lumba-lumba yang berbeda. 6 dewasa dan dua sub-dewasa," katanya.

"Mereka terlibat dalam berbagai perilaku, mulai dari memberi makan hingga bepergian dan bersosialisasi," ujarnya.

Brennan mengatakan, bertahun-tahun melakoni profesi sebagai pemerhati lumba-lumba memang mengecewakan. Populasi lumba-lumba itu turun sekitar 70-80 persen dalam 15 tahun. Hal ini terjadi karena maraknya industrialisasi.

Namun kabar baiknya, beberapa dari lumba-lumba pink ini telah kembali tahun ini. Hal ini karena pandemi Corona.

Kapal-kapal feri antara Hong Kong dan Makau dilarang beroperasi sejak Februari 2020. Kebijakan ini menjadi celah bagi peneliti untuk mempelajari cara lumba-lumba pink beradaptasi dengan kondisi tenang yang tiba-tiba ini.

Sebagaimana diketahui, lumba-lumba amat sensitif dengan suara yang berisik. Aktivitas kapal yang menimbulkan polusi udara telah memaksa mereka pergi dari habitat aslinya.

"Kami melihat kelompok yang lebih besar dan lebih bersosialisasi, perilaku berkembang biak, yang belum pernah kami lihat dalam lima tahun terakhir," kata peneliti kelautan yang berbasis di Hong Kong, Lindsay Porter.

Berdasarkan hasil penelitian Porter dan timnya, jumlah lumba-lumba pink ini meningkat sepertiga di perairan itu sejak Maret 2020.

"Area ini tampaknya penting untuk mendapatkan makanan dan bersosialisasi. Senang sekali ada perlindungan ini untuk mereka," kata Brennan.



Simak Video "Disneyland Hongkong Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA