Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Okt 2020 13:02 WIB

TRAVEL NEWS

Aturan Jamaah Umroh Asing Tiba di Arab Saudi: Karantina Mandiri 3 Hari

Puti Yasmin
detikTravel
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Foto: AP Photo/Aturan Jamaah Umroh Asing Tiba di Arab Saudi: Karantina Mandiri 3 Hari
Riyadh -

Pemerintah Arab Saudi merilis aturan bagi jamaah umroh asing atau dari luar negeri untuk karantina mandiri sebelum melaksanakan ibadah. Para jamaah diwajibkan karantina diri selama 3 hari.

Menurut Kepala Perencana dan Strategi di Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi, Dr Amr Al-Maddah jamaah asing yang sampai di Arab tidak diperbolehkan langsung menggunakan kain ihram. Mereka harus terlebih dahulu karantina mandiri 3 hari di hotel.

Ia menjelaskan, setelah itu para jamaah bisa mengambil miqat dan menggunakan kain ihram di dekat Mekkah. Nantinya, mereka akan diantar oleh perusahaan umroh yang telah mengatur.

"Di akhir karantina mandiri, perusahaan umroh akan mengantar mereka (jamaah asing) ke tempat miqat terdekat untuk menggunakan ihram dan melanjutkan ritual ibadah umroh," bunyi informasi tersebut dikutip dari Arab News, Rabu (28/10/2020).

Lebih lanjut, Al-Maddah mengungkapkan bahwa pihak yang bertanggung jawab menentukan jamaah umroh asing adalah Saudi Center for Disease Prevention and Control (Weqaya). Mereka akan mengawasi situasi pandemi di setiap negara sebelum para jamaah tiba.

"Weqaya akan menentukan negara mana yang dapat mengirim jamaah haji tergantung dari jumlah infeksi. Perusahaan umroh akan diberikan informasi secara rutin," ungkapnya.

Sementara itu, umroh bagi jamaah asing sendiri akan dilaksanakan pada 1 November mendatang. Diperkirakan akan ada 20 ribu jamaah yang akan melaksanakan umroh di waktu tersebut dengan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.



Simak Video "Pemerintah Lobi Saudi Agar RI Bisa Kirim Jemaah Umroh"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA