Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 07 Nov 2020 15:13 WIB

TRAVEL NEWS

Petugas Bersih-bersih di Angkor Wat: Tanpa Alas Kaki, Tanpa Pengaman

Femi Diah
detikTravel
This photo taken on October 12, 2020 shows a gardener throwing down tree saplings removed from the exterior of the Angkor Wat temple in Siem Reap province. - Stacking a ladder against the towering spires of Cambodias archaeological marvel Angkor Wat, a crack team of gardeners gingerly scales the temples exterior to hack away foliage before it damages the ancient facade. (Photo by TANG CHHIN Sothy / AFP) / TO GO WITH Cambodia-archaeology-culture-conservation, FEATURE by Suy SE
Tukang kebun di Angkor wat bekerja tanpa pengaman dan alas kaki, cuma mengandalkan tangga manual. (AFP/TANG CHHIN SOTHY)
Liar sekali, terawat sekarang -

Angkor Wat ditemukan oleh naturalis dan penjelajah Prancis Henri Mouhot pada tahun 1860-an. saat itu, kondisinya tidak terawat.

Nah, Mouhot berpesan agar pemerintah Kamboja membiarkan Angkor Wat dalam kondisi seperti itu. Dia berharap tanpa campur tangan manusia, dapat mengembalikan visi yang pernah dialaminya itu.

Dan, setelah berabad-abad, Angkor Wat dibiarkan begitu adanya. Tanaman tua yang hidup di antara candi itu dibiarkan. Batu dan ukiran kuno Angkor Wat juga tetap tersembunyi di tengah pepohonan hutan.

"Itu lebih agung dari apa pun yang diserahkan kepada kita oleh Yunani atau Roma," tulis Mouhot dalam jurnal perjalanannya, yang membantu mempopulerkannya dengan Barat sebagai situs arkeologi penting.

Tapi, upaya untuk mempertahankan Angkor Wat itu tidak mudah. Sebab, tanaman tidak diam saja, mereka berkembang dan bertumbuh. Batangnya berpotensi menabrak bebatuan penyusun Angkor Wat dan bukan tidak mungkin menghancurkannya.

This photo taken on October 12, 2020 shows a gardener throwing down tree saplings removed from the exterior of the Angkor Wat temple in Siem Reap province. - Stacking a ladder against the towering spires of Cambodia's archaeological marvel Angkor Wat, a crack team of gardeners gingerly scales the temple's exterior to hack away foliage before it damages the ancient facade. (Photo by TANG CHHIN Sothy / AFP) / TO GO WITH Cambodia-archaeology-culture-conservation, FEATURE by Suy SETukag kebun membuang bagian tanaman yang baru tumbuh agar tidka merusak Angkot Wat. Foto: AFP/TANG CHHIN SOTHY

Saat ini, pejabat Otoritas Apsara, badan pemerintah yang mengelola taman, mengatakan bahwa mereka sedang mencari zat cair untuk menghilangkan pertumbuhan akar, guna mengurangi risiko bagi para tukang kebun.

Tapi "kami perlu bereksperimen dulu karena kami khawatir itu juga bisa merusak batu saat kami menuangkannya ke akarnya," kata wakil direktur Kim Sothin.

"Jika kita bisa menggunakannya, itu akan mengurangi beban mereka."

Sampai cairan itu ditemukan maka perawatan Angkor Wat ada di tangan para tukang kebun yang lincah dan berani.

"Orang lain tidak ingin melakukan pekerjaan ini karena berisiko," kata Oeurm Amatak, 21 tahun yang bergabung dengan tim setahun lalu.

Sebagai seorang magang, dia belum berani memanjat semua kuil dan keahliannya berkembang di bawah bimbingan rekan-rekannya yang lebih berpengalaman.

"Anda benar-benar harus menyukainya, ini bukan untuk semua orang," kata dia.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA