Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Des 2020 13:08 WIB

TRAVEL NEWS

Etika Memotret Pria Berkoteka dan Daftar 43 KA dari Jakarta yang Bisa Dipesan

Tim detikcom
detikTravel
Pasar Hamadi tempat belanja Koteka di Jayapura, Papua
Koteka (Elvan Dany Sutrisno/detikTravel)
Jakarta -

Koteka identik dengan penutup alat kelamin bagi pria Papua. Walau eksotik, tapi ada tata cara untuk memotretnya. Jadi tak boleh asal jepret.

Traveler yang pernah berkunjung ke Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua, bakal disambut pria berkoteka saat mendarat di Bandara Wamena. Boleh tidak untuk memotret mereka?

Pria berkoteka di Bandara Wamena itu biasanya bakal menawarkan diri untuk foto bersama. Aksi itu ditawarkan tidak gratis. Traveler diminta membayar Rp 50 ribu sebagai bentuk apresiasi.

Koteka merupakan pakaian tradisional sebagai pembungkus alat kelamin pria pegunungan tengah Papua. Koteka terbuat dari buah labu yang bentuknya panjang.

Proses pembuatan koteka itu dengan membuang isi labu, kemudian kulitnya dibakar sampai kering. Makanya, koteka berwarna cokelat kehitaman.

Bukan cuma di bandara tarif untuk memotret pria pegunungan tengah Papua yang mengenakan koteka dipatok. Saat traveler memotret pria berkoteka di Lembah Baliem juga tidak bisa sembarangan.

Andai traveler ingin memotret orang-orang Papua yang memakai koteka di sana, harus membayar sejumlah uang.

Mengapa begitu? Rupanya, bagi warga Papua biaya memotret itu sebagai bentuk apresiasi dan tanda terima kasih.

Salah satu lokasi terbaik bebas dan gratis memotret Suku Dani mengenakan koteka adalah saat berlangsung Festival Budaya Lembah Baliem yang diselenggarakan setiap Agustus.

Pada saat Festival Budaya Lembah Baliem berlangsung, traveler bebas memotret orang berkoteka tanpa harus bayar dan banyak pilihan spot foto atraksi orang berkoteka.

Kalau besaran biaya (untuk memotret orang Papua pakai koteka), mulai sekitar Rp 50 ribu per orang yang memotret.

Apakah foto orang berkoteka bisa di-upload di media sosial?

Berkaca pengalaman salah satu akademisi Australian National University yang berkunjung ke Wamena, dia banyak memotret warga Suku Dani di Lembah Baliem.

Saat dia kembali ke Australia dan foto-foto penduduk Suku Dani diunggah di sosial media, akun Facebooknya diblokir.

Ya, akun penggugah foto berkoteka akan diblokir oleh Facebook dan Instagram. Facebook menganggap itu bagian dari pornografi. Jadi Facebook langsung memblokir atau batasi sementara.

Facebook dan Instragram mempunyai aturan jelas bahwa postingan foto telanjang, walaupun itu bagian dari atraksi seni dan budaya, facebook tetap blokir.

Nah, agar terhindar dari pemblokiran Facebook atau pembatasan sementara waktu, maka bagi traveler yang ingin menggugah foto orang berkoteka di Facebook, sebaiknya foto tersebut di-blur terlebih dahulu.

Itulah berita detikTravel terpopuler hari Senin kemarin (30/11/2020), kemudian juga ada kabar bahwa perjalanan kereta api dari Jakarta untuk akhir tahun sudah mulai dibuka.

Berikut berita detikTravel terpopuler lengkapnya:



Simak Video "Sunan Gunung Jati, Sejarah Wali Songo Di Cirebon "
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA