Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 02 Des 2020 12:07 WIB

TRAVEL NEWS

Tari Saman: Daerah Asal, Pola Lantai dan Propertinya

Lusiana Mustinda
detikTravel
Tari Saman Kolosal di Gayo Luwes, Aceh
Foto: (Agus Setyadi/detikTravel)
Jakarta -

Tari saman adalah salah satu tarian tradisional Aceh yang berasal dari suku Gayo yang dibawakan oleh pria. Suku Gayo adalah salah satu suku tertua yang ada di wilayah Aceh. Suku ini sebagian besar menempati tiga kabupaten yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam.

Mayoritas penduduk suku Gayo memeluk agama Islam. Untuk melestarikan bahasa khas Gayo, suku ini memiliki berbagai seni dan budaya, salah satunya adalah tari saman. Dan ada juga beberapa tarian lain dari Gayo sepetri tari Bines, tari Guel, tari Sebuku dan tari Munalu.

Tari saman diciptakan oleh Syekh Saman, seorang penyebar agama Islam di Aceh. Nama tarian ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya. Oleh Syekh Saman, tari Saman digunakan sebagai media dakwah agama Islam.

Tari Saman memiliki dua unsur utama dalam gerakannya yaitu tepuk dada dan tepuk tangan. Gerakan-gerakan tersebut di dalam bahasa Gayo dikenal dengan nama gerak guncang, kirep, lingang dan surang-saring.

Gerakan tari saman juga tergolong sulit sehingga dibutuhkan konsentrasi tinggi serta latihan yang sering untuk bisa menguasainya dengan baik. Tari saman menggunakan pola lantai vertikal, horizontal, diagonal dan garis melengkung.

Dalam melakukan tarian ini penari harus berbaris membentuk garis lurus ke samping. Makna dari tarian ini menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain. Pola duduk dengan kaki yang bertumpu seperti duduk diantara dua sujud juga melambangkan umat Islam yang sedang membentuk syaraf ketika sedang melakukan sholat.

Propertinya adalah baju kantong lengkap khas Gayo dengan motif kerawang.

Perbedaan tari saman dan Ratoeh Duek

Sama-sama dibawakan dengan cara duduk, akan tetapi tari Saman dengan tari Ratoeh Duek berbeda. Aminnulah dari Duta Saman Institute menyebutkan tentang perbedaan antara keduanya. "Tari saman ditarikan oleh pria dengan jumlah ganjil minimal tujuh orang. Sedangkan tari Ratoeh Duek ditarikan oleh wanita dengan jumlah genap," ujar Aminnulah kepada detikcom (02/12/2020).

Selain itu tari saman dikendalikan oleh seorang penangkat yang duduk paling tengah di dalam formasi penari. Sedangkan Tari Ratoeh Duek dikendalikan oleh seorang syair (penyanyi yang duduk di luar formasi penari). Ratoeh Duek juga diiringi dengan gendang rapai, sementara tarian saman diiringi dengan nyanyian yang berasal dari mulut penari alias tidak diiringi dengan musik apapun.

Lalu apakah ada yang berbeda dengan gerakan tarian saman dengan Ratoeh Duek?

Tari saman dibagi dalam beberapa gerakan atau bagian utama dalam posisi duduk, rengum, dering, salam, uluni lagu, lagu, anakni lagu dan penutup.

Sedangkan tari Ratoeh Duek ditarikan dengan gerakan posisi duduk yang terdiri dari gerakan tangan menepuk dada dan paha, gelengan kepala ke kanan dan ke kiri, gerakan duduk dan berlutut serta mempersilangkan jari dengan penari di sebelahnya yang dilakukan dengan urutan yang lebih fleksibel dan dapat dikreasikan.

Tarian Saman menggunakan syair dalam bahasa Gayo dan Ratoeh Duek menggunakan syair dalam bahasa Aceh

Pada 24 November 2011, tari Saman ditetapkan sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia oleh UNESCO di Bali.



Simak Video "Bule Belajar Kesenian Tradisonal, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA