Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Des 2020 06:40 WIB

TRAVEL NEWS

Disoroti Sandiaga Uno, Apa Sih Arti Wisata Halal?

Ramen halal Shinjuku
Ilustrasi wisata halal di Jepang (Johanes Randy/detikcom)
Negara yang Melabeli Wisata Halal

1. Malaysia

Sejak tragedi 11 September 2011, Malaysia menjadi negara tujuan terbesar wisatawan muslim. Kendati mayoritas penduduknya beragama Islam, Malaysia mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran dan hotel.

Selain itu, Malaysia membuat aturan untuk tidak mengizinkan wisatawan melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Islam, seperti meminum alkohol, memakai pakaian mini, berjemur di bawah sinar matahari dengan pakaian minim, dan larangan menyajikan daging babi terutama di restoran yang terletak pada kawasan wisata.

2. Jepang

Untuk mengakomodasi muslim traveler, Jepang membentuk Japan Halal Association (JHA) pada 2012.

Asosiasi itu mengawasi dan memberikan sertifikasi halal, serta mengkampanyekan tentang penyediaan tempat untuk sholat. Selain itu, Jepang mendorong beberapa perusahaan tur Jepang untuk meluncurkan paket tur halal bagi wisatawan muslim yang berbasis di Tokyo dan Osaka.

Japan National Tourism (JNTO) juga melakukan upaya untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim dengan menerbitkan buku panduan wisata khusus wisatawan muslim. Dalam buku tersebut, tercatat bahwa terdapat 52 restoran yang menawarkan makanan halal, kendati baru ada di kota-kota besar.

Selain makanan, tempat ibadah, dan penginapan, Jepang juga mulai merambah ke halal fashion untuk menarik wisatawan muslim. Jepang juga mulai menyediakan beberapa oleh-oleh yang telah memiliki sertifikat halal.

3. Korea Selatan

Korea Selatan yang mendeklarasikan diri sebagai tujuan wisata ramah muslim. Sebagai negara nonmuslim, tak mudah untuk menemukan makanan halal atau ruang sholat, namun kini Organisasi Pariwisata Korea tengah berupaya menjadikan negara ini menjadi tujuan yang nyaman bagi traveler muslim.

Restoran-restoran yang mendapat label halal di Korea Selatan akan melewati persyaratan ketat dan dikategorikan dalam empat grup, di antaranya Halal Certified yang disertifikasi oleh Korea Muslim Federation, Self Certified yang menyediakan semua makanan halal dan disertifikasi oleh pemilik restoran, Muslim Friendly yang menyediakan beberapa makanan halal namun mungkin menjual alkohol dan terakhir Pork Free yang tidak menawarkan daging babi.

4. Kazakhstan

Menurut Malay Mail, industri halal Kazakhstan pun sedang berkembang pesat. Ratusan gerai halal baru sudah dibuka selama beberapa tahun terakhir.

Pertumbuhan baru ini disebabkan oleh peningkatan jumlah muslim yang membawa peluang ekonomi yang menjanjikan. Dari USD 22 miliar yang dihabiskan setiap tahun, USD 3 miliar didedikasikan untuk produk halal.

Menurut laporan ekonomi Islam global 2019/2020, muslim traveler menghabiskan USD 1,3 miliar untuk makanan halal. Negara ini pun secara strategis siap menyediakan produk halal dalam pasar yang besar.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA