Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Jan 2021 12:02 WIB

TRAVEL NEWS

Aturan Maskapai Citilink Selama PPKM

CNN Indonesia
detikTravel
Citilink
Foto: Ardian Fanani/detikTravel
Jakarta -

Maskapai Citilink Indonesia mengupdate aturan penerbangan selama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali. Citilink telah menyediakan 3 baris kursi paling belakang yang akan dipergunakan sebagai area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala COVID-19 selama penerbangan.

Keputusan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) nomor 3 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi COVID-19.

"Citilink berkomitmen untuk mendukung penuh serta mematuhi ketentuan perjalanan menggunakan transportasi udara yang tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan RI Nomor 3 Tahun 2021," ujar Direktur Utama Citilink Juliandra dalam keterangan resminya seperti dilansir detikTravel dari CNNIndonesia.com, Selasa (19/1/2021).

Seperti diketahui, dalam poin nomor 5 SE Kemenhub itu, disebutkan bahwa aturan kapasitas angkut maksimal 70 yang sebelumnya diatur dalam SE Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2020 tidak diberlakukan. Artinya, maskapai dapat mengisi penuh kursi penumpang dalam setiap penerbangan.

Namun relaksasi aturan ini hanya berlaku selama 9 Januari sampai 25 Januari 2020. Meski demikian, menurut Juliandra, Citilink telah menyediakan tiga baris kursi paling belakang yang akan dipergunakan sebagai area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala COVID-19 selama penerbangan.

"Hal ini merupakan tindak lanjut Citilink sebagaimana ketentuan yang telah tercantum dalam SE Kemenhub nomor 3/2021," imbuhnya.

Juliandra juga menambahkan bahwa Citilink mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat untuk selalu memperhatikan ketentuan dokumen perjalanan yang dibutuhkan di daerah yang akan dituju.

Di samping itu, penumpang juga diminta tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat melalui 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) selama berada di area bandara maupun ketika berada di pesawat.

Bagi penumpang yang akan melakukan penerbangan menuju Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam. Atau, bisa juga menggunakan hasil negatif rapid test antigen yang sampel diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

"Bagi penumpang yang akan melakukan penerbangan selain menuju Bali, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam," lanjut Juliandra.

Selain itu, hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan juga dapat digunakan penumpang yang pergi ke wilayah selain Bali.

Selanjutnya Aturan Lain dalam Penerbangan Citilink:

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Mengenal Sejumlah Tahapan Perawatan Maskapai Citilink"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA