Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 25 Jan 2021 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Sri Lanka Buka Gerbang untuk Turis Asing

Ella station in Sri Lanka.
Sri Lanka (Foto: Getty Images/iStockphoto/FrankvandenBergh)
Kolombo -

Otoritas Sri Lanka kembali membuka perbatasan untuk turis internasional. Negara itu kini terbuka untuk turis dari semua negara.

Diberitakan CNN, Senin (25/1/2021), Menteri Pariwisata Sri Lanka, Prasanna Ranatunga, mengumumkannya secara resmi melalui konferensi pers pada hari Kamis (21/1).

Prasanna menyebut Sri Lanka membuka kembali perbatasan negara mulai 21 Januari. Kedua bandara internasional negara itu dibuka kembali pada hari yang sama.

"Mata pencaharian sekitar 3 juta orang di Sri Lanka bergantung pada pariwisata," kata Ranatunga kepada media.

"Itu merupakan tanggung jawab nasional kami untuk mempertimbangkan kebutuhan warga negara kami yang bergantung pada industri ini," dia menambahkan.

Sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19, Sri Lanka menciptakan 'bio bubble'. Kebijakan ini memberi pengunjung kebebasan yang relatif luas untuk bepergian di dalam negeri sambil tetap mematuhi protokol kesehatan.

Tidak ada waktu minimum yang harus dihabiskan pengunjung di negara ini. Siapapun yang datang dari luar Sri Lanka harus isolasi mandiri di hotel atau resor yang disetujui pemerintah hingga dua minggu setelah kedatangan.

Itu berarti bahwa traveler yang hanya datang untuk perjalanan singkat bakal menghabiskan waktu di resor mereka sepanjang waktu. Sementara itu, orang yang berencana tinggal lebih lama akan dapat bergerak lebih bebas di Sri Lanka setelah mereka menyelesaikan dua minggu semi-karantina.

Tidak seperti tempat-tempat seperti Hong Kong dan Australia, peraturan Sri Lanka sedikit lebih longgar. Para tamu memiliki kebebasan di properti, sehingga mereka dapat menggunakan fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, salon dan restoran.

Wisatawan juga dapat meninggalkan hotel selama karantina untuk pergi jalan-jalan, asalkan mereka melakukannya dengan hati-hati. Sekitar selusin situs dan atraksi pariwisata terbuka untuk pengunjung asing, tetapi ada peringatan di dalamnya.

Sebagai bagian bio bubble, atraksi seperti Sri Dalada Maligawa (Kuil Relik Gigi Suci) dan Kebun Raya Kerajaan di pusat Kota Kandy mengharuskan pengunjung untuk datang dalam grup yang terorganisir atau dengan pemandu warga Sri Lanka yang telah disetujui.

Mereka harus melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi dan tidak melakukan pemberhentian tanpa izin. Beberapa situs hanya mengizinkan wisatawan selama slot waktu yang ditentukan atau pada hari-hari tertentu dalam seminggu.

Saat ini, 55 hotel dan resor telah disertifikasi jadi tempat yang aman dan sehat tingkat satu. Mereka tidak diizinkan untuk menerima tamu lokal atau mengadakan acara apa pun saat bergabung di bio bubble.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Gereja Katolik Sri Lanka Tuntut Keadilan Tragedi Bom 2019"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA