Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Jan 2021 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

Menyambangi Si Tukang Parkir Pesawat: Pertama Kenali Induknya Dulu

Marshaller atau juru parkir pesawat sedang bertugas di apron bandara.
Tukang parkir pesawat atau marshaller (Foto: Getty Images/iStockphoto/snapinadil)

FOKUS BERITA

Tukang Parkir Pesawat
Jakarta -

Mari kita mengenal lebih mendalam mengenai si tukang parkir pesawat atau marshaller. Namun sebelum lebih jauh membahas pemandu pesawat ini, mari mengenal sekilas tentang induknya dulu.

Di Indonesia, marshaller tergabung dalam perusahaan yang terpisah dari maskapai, yakni Gapura Angkasa, perusahaan yang diciptakan oleh Garuda Indonesia, AP I dan AP II. Saat bekerja, mereka bekerja dalam satu tim ground handling atau layanan darat.

Kemarin, Kamis (28/1/2021), detikTravel berkunjung ke kantor juru parkir pesawat atau marshaller di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

"Marshaller itu tergabung di PT Gapura Angkasa, bidang kerjanya di ground handling atau layanan darat," kata Manager Ground Support Equipment, Maintenance and Operation di PT Gapura Angkasa, Doddy Adhitya, yang membawahi bidang teknik alat berat dan operator.

Pekerjaan yang dipegang oleh Gapura begitu banyak, meliputi sebelum dan setelah (pre- dan post-) penerbangan. Jadi, bisa dibilang bahwa pekerjaan mereka melebihi dari yang kita kira.

Doddy menjelaskan bidang operator termasuk memandu parkir suatu pesawat. Tak hanya itu, operator garbarata juga dilakukan oleh Gapura.

"Operator itu dari petugas pemandu pesawat sampai petugas yang mendorong pesawat atau push back car," dia menjelaskan.

Lebih lanjut, Gapura juga yang menyediakan bus-bus pengangkut penumpang dari dan ke pesawat setelah melewati gerbang boarding.

Pekerja menaiki tangga mobile tower yang berada di parkiran Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (20/6/2016). PT. Angkasa Pura II bersama AirNav Indonesia menyiapkan Mobile Tower  sebagai pendukung tower utama untuk memantau lalulintas pesawat di Apron Terminal baru, sebelumnya Kementerian Perhubungan menyatakan visual tower utama terganggu dalam melihat pergerakaan lalulintas pesawat didarat. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)Pekerja menaiki tangga mobile tower yang berada di parkiran Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)

"Selain itu saya juga menangani bus-bus penumpang yang mengangkut penumpang dari terminal ke pesawat dan sebaliknya," kata Doddy.

Lalu, apa lagi tugas yang dilakukan oleh Gapura yang hanya bisa dirasakan penumpang tanpa tahu siapa yang melakukan?

"Kalau alat berat, kita punya banyak ragam alat beratnya, kita sebut GSE (ground support equipment), itu terdiri dari kita punya push back car, fungsinya untuk mendorong pesawat, kita bagagge towing tractor untuk menarik gerobak atau alat-alat lainnya yang berguna memasukkan bagasi ke kompartemen yang tinggi," dia menguraikan.

"Selain itu kita punya supporting, seperti ground power untuk electrical pesawat. Kita punya ACU (air conditioner unit) fungsinya untuk memberi udara dingin atau AC ke kabin pesawat. Selain itu kita punya power starter unit, fungsinya untuk menggerakkan engine pesawat saat mati," Doddy menambahkan.

Doddy menyebut para pekerja di ground handling juga akan men-supply air menggunakan water service truck dan truk lainnya. Selain alat-alat itu, Gapura juga punya alat pendukung lain di darat.

"Petugas yang membawa alat-alat Gapura ini harus memiliki kualifikasi atau sertifikat. Surat ini dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Tiap orang memiliki sertifikat suatu alat maka tidak boleh mengoperasikan yang lain," kata dia.

Ini adalah artikel bersambung. Serba-serbi marshaller masih berlanjut di konten selanjutnya...



Simak Video "Pernah Dengar Profesi 'Juru Parkir Pesawat'? Begini Kisahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)

FOKUS BERITA

Tukang Parkir Pesawat
BERITA TERKAIT
BACA JUGA