Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 30 Jan 2021 19:49 WIB

TRAVEL NEWS

Risiko, Kesulitan, dan Tanggung Jawab Terbesar Tukang Parkir Pesawat

Pesawat Garuda.   dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi pesawat parkir (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)

FOKUS BERITA

Tukang Parkir Pesawat
Jakarta -

Memandu sebuah pesawat tak selalu berjalan mulus dan armada itu belum pasti pas persis di lokasi yang ditentukan. Ada risiko dan kesulitan tersendiri bagi para tukang parkir pesawat.

Tukang parkir pesawat atau marshaller juga memiliki tanggung jawab besar dalam kelancaran suatu penerbangan. Karena, ketika mereka teledor maka bukan tidak mungkin terjadi gesekan dengan bangunan atau pesawat lainnya.

"Kita selalu mengutamakan safety dalam bekerja agar pesawat masuk secara aman dan tidak terjadi insiden yang mengakibatkan pesawat itu rusak atau tidak dapat terbang lagi," kata Arif Husni, pegawai Gapura Angkasa dan sudah 10 tahun menjadi marshaller.

Selama satu dekade, ia mengaku pernah melakukan kesalahan saat memandu pesawat parkir. Apa itu? Apakah fatal?

"Paling kesalahannya nggak fatal, cuma arahnya saja yang meleset. Tidak sesuai garis saja dan masih bisa ditolerir," dia menegaskan.

Seperti diketahui, pesawat parkir harus pas di garis yang sudah ditentukan. Karena, pesawat ini akan terhubung dengan garbarata sebagai jalan masuk penumpang setelah melewati gerbang boarding.

Lalu adakah risiko selain di atas bagi para tukang parkir pesawat? Pernahkah ditabrak oleh pesawat yang akan parkir?

"Tidak ada. Nggak mungkin pula ditabrak pesawat, jauh jaraknya. Karena kita sudah belajar dan tahu apa yang dilakukan," kata Arif.

Tiada kesulitan berarti yang dialami oleh Arif. Kata dia, hal utama yang selalu dirasakannya adalah sedikit tekanan mental, apalagi pesawat yang dipandu adalah pesawat berbadan lebar atau pesawat jumbo.

"Tidak ada. Cuma mental aja memandu pesawat tersebut. Pesawat Boeing 747, contohnya kepunyaan Garuda Indonesia. Karena ketika kita memandu pesawat itu seperti ikan paus, jadi besar," dia menguraikan.

"Semakin besar semakin mental kita diuji. Karena ketika pesawat mendekat harus clear tak boleh menyentuh kiri kanannya," dia menambahkan.

Kini, kata Arif, pesawat terbesar yang beroperasi dan dipandunya untuk parkir hanya tinggal Boeing 777. Jenis ini termasuk yang besar karena digunakan untuk perjalanan jarah jauh.

"Ada 747 tapi kargo dari China. Kesulitan, tekanan mental memandu pesawat luar dan domestik itu juga sama," kata Arif.

***

Ini adalah artikel bersambung. Serba-serbi marshaller masih berlanjut di konten selanjutnya...



Simak Video "Pernah Dengar Profesi 'Juru Parkir Pesawat'? Begini Kisahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)

FOKUS BERITA

Tukang Parkir Pesawat
BERITA TERKAIT
BACA JUGA