Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Jan 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

5 Alasan Kenapa Peran Marshaller Begitu Penting

Marshaller sedang bekerja memarkir pesawat
Marshaller atau juru parkir pesawat menjalankan tugas di apron bandara. (Getty Images/iStockphoto/Svitlana Hulko)

FOKUS BERITA

Tukang Parkir Pesawat
Jakarta -

Profesi marshaller atau juru parkir pesawat kerap terabaikan oleh penumpang. Padahal, perannya begitu vital.

Nama juru parkir mungkin cukup identik di kalangan pengemudi roda dua atau empat. Eits, nyatanya profesi juru parkir juga ada di dunia penerbangan.

Bagi traveler yang kerap bepergian dengan pesawat, mungkin pernah sekali atau dua kali memperhatikan keberadaan para juru parkir pesawat ini di landasan bandara. Biasanya mereka ada, di saat sebelum dan setelah pesawat take off.

Namun, mungkin tak sedikit traveler yang menyadari perihal pentingnya keberadaan para juru parkir pesawat ini dalam setiap penerbangan.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (19/1/2021), berikut lima alasan kenapa profesi ini begitu vital:

1. Jadi Kepanjangan Mata Pilot

Apabila pilot bertugas mengemudikan pesawat, maka para marshaller menjadi kepanjangan mata dari mereka. Ibarat di jalanan, para juru parkir ini yang akan memandu pesawat ke lokasi parkir mereka yang dinamis.

Marshaller atau ground marshall atau tukang parkir pesawatMarshaller atau ground marshall atau tukang parkir pesawat Foto: (AP I)

Lewat gerak badan mereka, para juru parkir berkomunikasi dengan pilot dan memberi mereka arah persis di mana pesawat berhenti. Dalam prosesnya, para juru parkir juga harus memastikan bahwa jalur taxi dan area parkir pesawat bebas dari segala benda asing.

Hebatnya lagi, para juru parkir pesawat juga tetap bekerja di tengah kondisi buruk seperti hujan dan badai. Semua demi memastikan pesawat terparkir dengan selamat.

2. Menjadi Satu dari Komponen Penting

Profesi juru parkir pesawat juga tidak berdiri sendiri. Dalam prosesnya, setiap pesawat yang akan mendarat wajib berkomunikasi dengan pengendali di bandara.

Setelah itu, pilot akan berkoordinasi dengan teknisi perawatan pesawat yang akan memberi informasi parkir pada marshaller. Setelah itu, barulah sang juru parkir pesawat hadir di lapangan dan memandu pilot untuk memarkirkan pesawat.

3. Perlu Syarat Akademik

Menjadi seorang juru parkir pesawat juga dituntut syarat akademik. Umumnya, seseorang minimal harus mengenyam syarat diploma.

Hanya di Indonesia, dibutuhkan syarat pendidikan minimal SMA/K sederajat untuk menjadi seorang marshaller seperti dikutip dari situs penerbangan. Adapun usia maksimal adalah 24 tahun.

Untuk pengembangan, seseorang yang ingin menjadi juru parkir pesawat juga diharuskan menempuh pelatihan khusus terkait cara membaca sinyal. Jadi tak bisa sembarangan.

Selanjutnya: Aturan dan alat khusus untuk juru parkir pesawat

Selanjutnya
Halaman
1 2

FOKUS BERITA

Tukang Parkir Pesawat
BERITA TERKAIT
BACA JUGA