Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Jan 2021 20:45 WIB

TRAVEL NEWS

Pilot Citilink Tak Kendor Latihan Meski Jam Terbang Berkurang

Putu Intan
detikTravel
Salah satu pesawat baru maskapai Citilink, Airbus A320 melakukan special flight dari Jakarta ke Bali, Senin (27/5/2013). Pesawat tersebut akan melengkapi armada Airbus A320 yang telah mencapai 22 unit. Citilink akan terus menambah pesawat Airbus A320 hingga 50 unit pada tahun 2015. File detikFoto.
Pilot Citilink (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Saat pandemi COVID-19, penerbangan belum dapat beroperasi secara normal sehingga jam terbang pilot pun berkurang. Namun mereka tetap berlatih agar tetap cakap ketika kembali terbang.

VP Safety, Security, & Quality PT Citilink Indonesia Captain Teguh Krstiono menyampaikan, pilot tidak terbang bukan berarti mereka bersantai dan melupakan tata cara mengemudikan pesawat. Pilot rupanya memiliki kewajiban untuk mengemudikan pesawat dalam jumlah tertentu.

"Dalam waktu 90 hari, pilot harus melakukan minimal 3 kali take off dan 3 kali landing. Makin lama tidak terbang maka makin kurang kecakapannya. Maka dari itu kita bisa berlatih terbang menggunakan simulator atau melakukan briefing di kelas," kata Captain Teguh kepada detikcom.

Ketika melakukan simulasi penerbangan, para pilot ini akan didampingi instruktur yang memberikan sejumlah studi kasus. Tujuannya agar pilot makin mahir menghadapi berbagai tantangan dalam penerbangan.

"Simulator ibarat pesawat rusak. Oleh instrukturnya dibikin rusak. Jadi bagaimana pilot dapat mengatasi situasi darurat, itu dilakukan di simulator setiap 6 bulan sekali," ujar Captain Teguh.

Selain itu, pilot juga rutin melakukan ujian kecakapan atau profiency check. Salah satu tujuannya untuk menguji pilot mengemudikan berbagai jenis pesawat.

"Misalnya untuk menerbangkan pesawat A320, haru sekolah untuk pesawat tersebut mulai dari teorinya, simulator sampai kemudian menerbangkan. Kemudian tiap 6 bulan sekali akan diuji kembali apakah kemampuan dan SOP kita masih sesuai dengan standar," ia menerangkan.

Pembelajaran yang dilakukan pilot juga dapat melalui Flight Data Monitoring yang menangkap masalah ketika pesawat diterbangkan. Pilot dapat melakukan evaluasi dari situ sehingga tak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

"Nanti kita evaluasi apakah masalah ini di luar koridor atau tidak. Kalau di luar koridor, bisa meminta informasi lewat email, lalu setelah dikirimkan jawaban dari pilot, kita analisa lagi. Bila pelanggaran itu signifikan, kita panggil pilot untuk interview supaya dilakukan perbaikan. Dari situ kita akan memberikan rekomendasi, apakah pilot butuh training kembali, butuh simulator kembali, itu bisa kita pelajari dari Flight Data Monitoring tersebut," kata Captain Teguh.



Simak Video "Dihantam Pandemi Covid-19, Bagaimana Kecakapan Pilot Citilink?"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA