Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Feb 2021 18:03 WIB

TRAVEL NEWS

Lonceng Tanda Bahaya! Hiu dan Ikan Pari Mulai Hilang dari Lautan

Femi Diah
detikTravel
Great white shark smiling in the blue ocean
Hiu putih di ambang punah. (iStock)
Victoria -

Waspada, ikan hiu dan ikan pari mulai menghilang dari lautan dunia dengan cepat. Rantai makanan bisa terganggu.

Dilaporkan BBC, Selasa (2/2/2021), jumlah hiu yang ditemukan di laut terbuka menyusut hingga 71 persen hanya dalam tempo 50 tahun terakhir. Penyebabnya, penangkapan berlebihan.

Gawatnya lagi, tiga perempat spesies hiu yang sedang diteliti masuk daftar terancam punah. Yakni, dari 31 jenis hiu yang diteliti, 24 di antaranya saat ini diambang kepunahan.

Tiga jenis hiu yang paling mengkhawatirkan adalah hiu putih, hiu martil, dan hiu martil besar. Jumlah tiga jenis hiu itu kategori ancaman tertinggi menurut versi International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Peneliti mengimbau agar ada tindakan cepat untuk mengamankan masa depan hiu dan ikan pari. Ikan-ikan itu memiliki fungsi penting dalam rantai makanan. Tim peneliti bahkan menjuluki ikan hiu dan ikan pari itu sebagai hewan luar biasa dan tak tergantikan.

Solusi agar ikan hiu dan ikan pari tidak benar-benar musnah cuma satu: penangkapan ikan dibatasi di seluruh negara di dunia.

Great white shark smiling in the blue oceanHiu putih di ambang kepunahan. Foto: (iStock)

"Itulah yang mendorong penurunan hingga 70 persen dalam waktu 50 tahun terakhir. Dari setiap 10 ekor hiu di lautan terbuka pada tahun 1970an, hari ini kamu hanya menemukan tiga ekor saja, dari seluruh spesies ini," kata salah satu peneliti dari Universitas Exeter, Inggris, Dr Richard Sherley.

Hiu dan ikan pari itu ditangkap untuk diambil daging, sirip, dan minyaknya. Selain itu, ikan-ikan itu ditangkap untuk pemancingan rekreasi atau tersangkut jaring kapal ikan yang sebenarnya tidak menargetkan ikan-ikan itu.

Ancaman Punah Hiu dan Pari Lebih Tinggi dari Burung, Mamalia, dan Katak

Prof Nicholas Dulvy dari Simon Fraser University di British Columbia, Kanada, mengatakan ikan hiu dan pari di laut lepas berada pada risiko kepunahan yang sangat tinggi. Bahkan, jauh lebih parah daripada burung, mamalia, dan katak.

"Penangkapan hiu dan pari yang berlebihan, membahayakan kesehatan ekosistem laut secara keseluruhan, serta ketahanan pangan untuk beberapa negara miskin dunia," kata dia.

Data itu dikumpulkan dari hiu dan pari yang ditemukan di laut terbuka, bukan seperti hiu karang yang biasanya ditemukan di dekat pantai.

Dari 1.200 jenis hiu dan pari di dunia, 31 di antaranya adalah jenis penjelajah samudra, menempuh jarak yang jauh melintasi perairan.

"Ini adalah jenis predator laut lepas yang besar, penting, dan sangat familiar dengan kehidupan manusia," kata Dr Sherley.

"Jenis hiu yang mungkin digambarkan orang sebagai yang menakjubkan atau karismatik," dia menambahkan.

Selanjutnya: Negara dan Warga Dunia Harus Turun Tangan Cegah Punahnya Hiu dan Pari

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA