Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Feb 2021 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Banyuwangi Halau Pendirian Hotel Bintang 3 ke Bawah, Demi Pengusaha Lokal

ilustrasi kamar hotel
Ilustrasi hotel Foto: Thinkstock
Jakarta -

Dalam 10 tahun terakhir, banyak apresiasi yang diraih oleh Banyuwangi. Mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

Dahulu, pada tahun 2010 Banyuwangi memiliki tingkat kemiskinan 20,09 persen namun telah turun hingga 7,52 persen di tahun 2019. Begitu pula dengan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara yang mengalami peningkatan.

Berdasarkan data tiket destinasi, hotel dan agen perjalanan wisata, pada tahun 2010, jumlah kunjungan wisatawan domestik di Banyuwangi mencapai 491 ribu orang, lalu melonjak 979% menjadi 5,3 juta orang di tahun 2019. Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara Banyuwangi di tahun 2010 yaitu 12.505 orang dan naik 712 persen menjadi 101.622 di tahun 2019. Begitu pun income per kapita pemerataan yang diraih.

"Alhamdulillah income per kapita Banyuwangi sekarang naik, Malang masih 26,17 juta, Kediri 26 juta Madiun 27 juta Lamongan 33,4 juta, alhamdulillah income perkapita Banyuwangi sekarang 51,80 juta per orang per tahun," kata Bupati Banyuwangi, Azwar Anas dalam webinar Refleksi 10 Tahun Perjalanan Transformasi Banyuwangi, Senin (15/2/2021).

Strategi yang dilakukan oleh pemerintah setempat di antaranya memberikan proteksi, serta bagaimana mengendalikan pasar modern begitu juga dengan pembangunan homestay oleh penduduk lokal.

"Kita halau pendirian hotel bintang 3 ke bawah supaya memberi kesempatan kepada homestay-homestay kecil dan hasilnya Alhamdulllah, kita lihat tentu mengerjakan ini tidaklah mudah," kata Anas.

"Saya tidak bisa bayangkan jika tiba-tiba hotel melati diizinkan, hotel budget seperti Amaris, Hotel Pop dan seterusnya tiba-tiba berdiri di Kalibaru, sekali berdiri 50 kamar, di Genteng 80 kamar, di Sanggar tiba-tiba 80 kamar, kira kira yang punya Margo Utomo protes nggak? Begitu juga semua yang punya hotel lokal, pasti akan terkubur kesempatannya," tambahnya.

Tak sampai di situ, Banyuwangi juga dianggap sebagai Kabupaten dengan pengelolaan inflasi daya beli terbaik di Pulau Jawa. Dari sana, kabupaten ini mendapat insentif kurang lebih Rp 10 miliar.



Simak Video "Pertunjukan Seru dengan Nilai Edukasi di Jawa Timur Park, Kota Batu"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA