Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Feb 2021 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura Kasih Denda Rp 105 Juta ke Pelanggar Karantina Asal Inggris

View of downtown district and Marina bay skyline with purple sunrise in Singapore
Ilustrasi Singapura (Foto: Getty Images/iStockphoto/boule13)
Jakarta -

Seorang pria mengaku bersalah karena telah melanggar karantina di Singapura. Denda sebesar Rp 105 menunggunya karena bertemu dengan tunangannya.

Mengutip pemberitaan CNN, seorang pria Inggris mengaku bersalah pada hari Senin karena telah melanggar aturan karantina ketat virus Corona di Singapura.

Ia menyelinap keluar dari kamar hotelnya untuk bertemu tunangannya. Padahal ia harus menjalani dua minggu karantina wajib.

Adalah Nigel Skea (52) pelakunya. Ia menghadapi ancaman enam bulan penjara karena meninggalkan kamarnya sebanyak tiga kali pada 21 September tahun lalu.

Kegiatan yang ia lakukan di luar kamar salah satunya adalah bertemu dengan tunangannya Agatha Maghesh Eyamalai. Tunangan tidak dalam menjalani karantina dan telah memesan kamar di hotel yang sama.

Eyamalai (39) yang kemudian menikah dengan Skea pada November, mengaku bersalah bersekongkol dengan suaminya. Skea juga tidak memakai masker, protokol kesehatan wajib di Singapura.

Negara Singapura mewajibkan sebagian besar pendatang menjalani 14 hari karantina di hotel yang ditunjuk pemerintah.

Pelanggar karantina di SingapuraPelanggar karantina di Singapura (Foto: CNN)

Pada kasus ini, Skea dua kali berkeliaran di sepanjang koridor dan pergi ke kamar Eyamalai di lantai yang lebih tinggi. Ia menggunakan tangga melewati pintu keluar darurat, yang telah dibuka untuknya, menurut dakwaan.

"Ini adalah kisah klasik tentang dua kekasih yang ingin bersama dan berusaha sedekat mungkin satu sama lain, tetapi melanggar hukum," kata pengacara pasangan tersebut, S.S. Dhillon, kepada pengadilan.

Hukuman diperkirakan akan dilakukan pada 26 Februari. Pelanggaran karantina dapat dikenai hukuman denda hingga SGD 10.000 atau hingga enam bulan penjara, atau keduanya.

Singapura telah memenjarakan dan mendenda pelanggar aturan Covid-19. Bahkan, ada beberapa orang asing yang telah dicabut izin kerjanya.

Aturan ketat Singapura ini adalah upaya serius untuk mengendalikan penyebaran virus Corona. Kini hanya segelintir kasus lokal baru setiap hari, karena karantina yang ketat terhadap kedatangan, pelacakan kontak, dan jarak sosial.



Simak Video "Singapura akan Deportasi WNA yang Langgar Peraturan Isolasi"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA