Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Mar 2021 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Teka-teki Kalimat di Lukisan The Scream Akhirnya Terpecahkan

Bonauli
detikTravel
Lukisan The Scream
Foto lukisan The Scream (AFP/Carl Court)
Jakarta -

Teka-teki pesan misterius pada lukisan The Scream akhirnya berakhir. Apa arti kalimat dalam lukisan fenomenal itu?

Dilansir dari AFP, lukisan The Scream, dengan langit berwarna oranye sebagai latar dan orang dengan kedua tangan memegang kepalanya dan mulut terbuka adalah mahakarya dari Edvard Munch. Dalam lukisan itu juga ada sebuah tulisan yang selama ini menjadi tanda tanya.

Museum Nasional Norwegia dikabarkan berhasil memecahkan misteri pada lukisan The Scream sejak tahun 1904 itu.

Pesan tersebut adalah "hanya dapat dilukis oleh orang gila." Pesan ini membuat pemerhati dan peneliti bertanya selama beberapa dekade. Apa sebenarnya maksud tulisan dalam lukisan tersebut.

Kabar baik akhirnya datang berkat kemajuan teknologi. Pesan tertulis yang ada dalam lukisan tersebut dikonfirmasi adalah tulisan tangan Munch. Tulisan tersebut dibandingkan dengan tulisan tangan dari buku harian Munch dan dinilai memiliki banyak kecocokan.

"Tulisan tersebut tanpa diragukan lagi adalah dari Munch. Tulisan tangan, serta peristiwa yang terjadi pada tahun 1895, ketika Munch mempertunjukkan lukisan itu untuk pertama kalinya di Norwegia, semuanya memperkuat dugaan itu," Mai Britt Guleng, kurator museum.

Awalnya banyak yang mengira bahwa tulisan tersebut adalah vandalisme. Dikiranya, ada orang iseng yang sengaja membubuhkan tulisan tersebut karena tak mengerti tentang lukisan tersebut.

Tapi tak sedikit yang berpendapat, bahwa Munch sendirilah yang menuliskan frasa itu. Anggapan ini berasal dari pembicaraan antara Munch dan seorang mahasiswa dokter pada pameran lukisan tersebut di Kota Kritiana, yang sekarang adalah Oslo.

Saat diskusi berlangsung, mahasiswa tersebut berspekulasi bahwa lukisan tersebut aneh dan menunjukkan tanda-tanda bahwa Munch gila. Lukisannya dianggap seperti gambaran halusinasi dan hanya bisa dibuat oleh orang gila.

Mungkin maksud dari mahasiswa tersebut adalah menyindir Munch. Munch sendiri memiliki latar yang kurang menyenangkan, karena keluarganya memiliki riwayat penyakit mental.

Munch sempat khawatir bahwa penyakit mental akan diturunkan kepada dirinya. Tapi kemudian, Munch menolak anggapan tersebut dan berkata bahwa lukisan The Scream tidak menunjukkan ketidakstabilan mental.

Menurutnya, penyakit, kematian, dan kecemasan yang dituangkan dalam seni bukanlah tanda penyakit, melainkan sebuah tanda bahwa dia bisa melihat dunia yang tidak dilihat orang lain. Konsep ini populer di seni akhir abad ke-19.

Selain itu, tulisan itu juga sangat kecil dan hampir tak terlihat. Tapi di sisi lain, Munch tak berusaha menutupinya. Artinya, pesan tersebut bukanlah sesuatu yang ingin disembunyikan oleh sang pelukis.

Dalam sebuah catatan harian, Munch menjabarkan bagaimana ia dapat ide untuk lukisan fenomenal tersebut. Munch saat itu sedang berjalan-jalan dengan dua orang temannya.

Saat itu senja, langit mendadak berubah menjadi merah darah di matanya. Munch berhenti sejenak dan merasa lelah. Dia bersandar di atas pagar dan kota terlihat biru kehitaman dengan sentuhan darah dan lidah-lidah api.

Sementara itu, dua temannya tetap asyik berjalan, Munch mengaku terus berdiri di sana dengan gemetar dan diliputi rasa cemas. Dia merasakan jeritan yang tak henti-hentinya di alam.

Sudah terpecahkan, kini Museum Nasional Norwegia bisa lega untuk memamerkan lukisan cat minyak ini dan menjaganya di sana.



Simak Video "Gelar Pesta Ultah Saat Pandemi Covid-19, PM Norwegia Didenda!"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA