Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Mar 2021 09:23 WIB

TRAVEL NEWS

Zona Hijau Bali Akan Segera Dibuka untuk Wisatawan Domestik dan Asing

Bali Merupakan Tujuan Berlibur Populer Warga Australia
Wisata di Bali Foto: Australia Plus ABC
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster mengaku telah mempersiapkan skema pembukaan sektor pariwisata di Bali khusus di zona hijau atau wilayah yang minim risiko penularan virus corona (Covid-19).

Nantinya sektor pariwisata yang telah dibuka bakal mengizinkan wisatawan dalam negeri maupun pelancong dari luar negeri berkunjung ke destinasi tersebut.

"Kami bersama Pak Menteri itu merumuskan zona hijau. Dan zona hijau ini adalah zona yang nantinya yang akan boleh dikunjungi wisatawan domestik maupun juga wisatawan mancanegara," kata Wayan dalam acara vaksinasi massal bagi petugas sektor pariwisata dan transportasi yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube, Kementerian Kesehatan RI, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (1/3/2021).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan pariwisata di Bali akan dibuka kembali melihat dari penurun kasus sehingga dapat memungkinkan kegiatan ekonomi dilanjutkan dan implementasi protokol kesehatan di seluruh wilayah Bali hingga ke desa-desa.

Luhut mengungkapkan adanya regulasi baru yang diterapkan di Bali yakni diberlakukannya Penalty for Health Protocol. Aturan tersebut dengan tahapan awal sosialisasi dan publikasi mengenai praktek protokol kesehatan, pemantauan praktek protokol kesehatan, pelanggaran protokol kesehatan, peringatan pertama dengan diberlakukannya Penalti Administratif hingga terakhir deportasi. Bali juga tengah bersiap untuk menyambut KTT G-20.

Wayan menjelaskan percepatan pelaksanaan vaksinasi di Bali bertujuan untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata yang lumpuh ditempa pandemi yang telah terjadi hampir genap setahun di Indonesia.

Ia meminta masyarakat Bali mendukung program vaksinasi agar sektor pariwisata dan ekonomi di Pulau Dewata itu dapat berangsur membaik.

"Di Provinsi Bali memang sektor pariwisata ini menjadi salah satu target yang akan kami lakukan percepatan dalam vaksinasi," tegasnya.

Wayan meminta warga dan pelaku pariwisata tak perlu lagi ragu terhadap keamanan vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah. Sebab secara pribadi, Wayan sudah rampung mendapat dua dosis suntikan vaksin asal perusahaan China, Sinovac, pada Januari lalu.

"Mudah-mudahan dengan demikian apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini, kita sudah satu tahun mengalami masalah pandemi ini, itu sudah sangat memberatkan maka upaya program vaksinasi ini harus kita dukung secara bersama-sama," ujar Wayan.

Sementara itu sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebutkan pihaknya bersama stakeholder terkait akan melakukan pembukaan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

"Menanggapi pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saya menyambut baik dan ini merupakan observasi yang sudah kami lakukan dalam berkegiatan di Bali selama dua bulan terakhir. Sampai saat ini Kami sudah berkantor 4 kali di Bali, dan kami melihat pelaksanaan kesiapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melakukan adaptasi dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Sandiaga.

Dikatakannya kasus Covid-19 di Bali selama sepekan terakhir ini sudah secara konsisten mengalami penurunan. Menparekraf berharap agar protokol kesehatan 3M bisa ditingkatkan seiring dengan peningkatan jumlah testing, tracing, dan treatment.

"Saya melihat sendiri di Desa Penglipuran dan pusat ekonomi kreatif seperti di Nusa Dua menunjukkan tren semakin membaik. Sudah saatnya kita secara bertahap menyiapkan pembukaan pariwisata di Bali," ungkap Sandiaga Uno.

Kemenparekraf selalu berkoordinasi dengan Gubernur, pemerintah Kabupaten Kota di Bali, Menteri Luar Negeri, Menkumham, Menkes, Satgas Covid-19. Dimana secara garis besar kebijakan ini diambil mengacu pada data-data terakhir.

"Jika data-data ini terus mengalami penurunan penularan, dan kepatuhan meningkatkan, serta vaksinasi lebih terdistribusi. Rencananya kami akan meninjau kesiapan vaksinasi yang akan dikolaborasikan dengan beberapa pihak termasuk Kementerian kesehatan," tambah Sandiaga Uno.
Baca juga: Tengok Desa Penglipuran di Bali, Sandiaga Minta Pengunjung Patuhi Prokes

Kemenparekraf melihat vaksinasi ini sebagai kick off. Lebih dari 13 ribu pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan divaksinasi di tahap pertama sedangkan yang sudah terdaftar lebih dari 70 ribu orang.

"Kita tingkatkan distribusi, apalagi hari ini vaksinasi mandiri sudah bisa dilakukan persiapannya. Harapan kami bulan Maret ada pertemuan koordinasi dengan Menteri terkait, jika kita bisa mengambil keputusan ini bersama-sama, kita harapkan dalam waktu beberapa minggu ke depan ada sinyal positif," lanjut Sandiaga Uno.

Menparekraf melihat ada kenaikan di Bandara Ngurah Rai ada peningkatan kedatangan jumlah penumpang di angka 3 ribu penumpang per hari dibandingkan sebelum Covid-19 itu 13 ribu penumpang.

"Kita harapkan bisa ditingkatkan menjadi 6 ribu, saya sudah terhubung dengan Menteri BUMN dan Ketua Kadin untuk memindahkan berbagai kegiatan berhubungan dengan Mice seperti rapat koordinasi, rapat teknis, rapat kerja, maupun audiensi untuk dipindahkan ke Bali," jelas Sandiaga Uno.

"Saya juga sudah terhubung dengan beberapa Dubes seperti sudah mendapatkan komitmen dari Dubes India dan Perancis untuk kita langsung melakukan aktifasi kegiatan di Bali untuk menghidupkan pariwisata di Bali. Harapannya dengan demand site kita akan mulai membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali sehingga lapangan pekerjaan yang terdampak di Bali sebanyak 2 juta ini bisa kita pertahankan dan tetap kita hadirkan mata pencaharian dan penghasil bagi masyarakat di Bali," tandas Sandiaga Uno.



Simak Video "Luhut: KPK Ini Super Sakti, Tapi OTT Nggak Bikin Jera!"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA