Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Mar 2021 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Hidupkan Wisata Lagi, Malaysia Manfaatkan Turis Revans

Femi Diah
detikTravel
Sejumlah wisatawan melakukan foto selfie di kawasan Menara Kembar Petronas, Malaysia. Menara Petronas menjadi tempat favorit wisatawan untuk dikunjungi dan berfoto di Malaysia. Menara ini diresmikan pada 1  Agustus 1999 dengan tinggi 375 m dengan jumlah lantai 88. Agung Pambudhy/Detikcom.
Malaysia manfatakan turis revans (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Malaysia mengandalkan turis revans untuk meningkatkan sektor pariwisata yang babak belur karena pandemi virus Corona. Wisatawan lokal menjadi sasarannya.

"Wisatawan domestik kita sudah tidak sabar untuk traveling lagi, terutama untuk melakukan perjalanan internasional. Jika diizinkan melintasi batas negara, mereka akan melakukannya," ujar Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia Zulkifly Md Said saat peluncuran ITB Berlin Now dan dikutip oleh The Star.

Indikatornya, meningkatnya wisata antar provinsi di dalam negeri. Menurut data Departemen Pariwisata Malaysia, aktivitas melancong wisatawan lokal mulai menggeliat.

"Hotel menerima tamu-tamu yang staycation di akhir pekan. Setelah warga harus tinggal di rumah, kini mereka hanya ingin rileks di hotel dan jalan-jalan keliling kota," kata Zulkifly.

Peningkatan tajam jumlah wisatawan setelah warga diminta untuk tinggal di rumah karena pandemi virus Corona itulah yang disebut turis revans. Mereka seolah ingin membalas dendam untuk traveling kini.

Zulkifly sekaligus memastikan operator wisata Malaysia mulai melakukan pemanasan untuk menyambut turis. Makanya, saat pariwisata kembali pulih, mereka siap menyambut pelancong.

Senior Minister Datuk Seri Ismail Sabri menginstruksikan agar aktivitas pariwisata menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen dari daya tampung.

Dia menyebut belum semua tempat wisata bisa dibuka. Saat ini, baru kebun binatang, situs sejarah, museum, taman, dan taman hiburan, yang bisa beroperasi.

Zulkifly menegaskan prokes wajib diterapkan di semua tempat wisata. Juga oleh wisatawan.

"Pelajaran berharga diperoleh dari peningkatan kasus menjelang akhir tahun lalu (ketika perjalanan internasional diizinkan). Ketidakpatuhan terhadap prokes entah bagaimana telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19," kata Zulkifly.

"Ketika perjalanan internasional diizinkan lagi, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mematuhi dan mematuhi prokes. Kami tidak ingin menerapkan lockdown tahap ketiga," dia menambahkan.

Zulkifly menambahkan saat ini pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan health pass, seperti International Air Transport Associations (IATA) Travel Pass, untuk memfasilitasi perjalanan usai pandemi.

"Kami membutuhkan dokumen valid yang dapat diterima sebagai permulaan, di kawasan Asia Tenggara. Dokumen tersebut tidak boleh mudah dipalsukan demi keselamatan mereka yang pulang dan keamanan negara tujuan mereka," kata dia.



Simak Video "Cara Membuat Manis Legit si Gula Jawa, Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT