Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Mar 2021 18:26 WIB

TRAVEL NEWS

Review Jujur, Menjajal Bus Kelas Eksekutif PO Haryanto

PO Haryanto
Kabin bus eksekutif PO Haryanto (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Kudus -

PO Haryanto mudah dikenali dengan stiker Menara Kudus. detikTravel menjajal bus dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan ke Kudus, Jawa Tengah.

Pagi itu, matahari belum menunjukkan mukanya. Perjalanan dengan bus kelas eksekutif PO Haryanto kami mulai dari Terminal Lebak Bulus.

Kami memesan bus jurusan Kudus karena tujuanku adalah ke Garasi PO Haryanto. Tarifnya, Rp 220 ribu.

Bus dengan nomor lambung 95 ku dapat, namanya Golden Boy. Seperti kapal, bus milik PO Haryanto memang memiliki nama masing-masing.

Fakta unik, nama-nama atau nickname bus di PO Haryanto jadi trendsetter di kalangan PO. Menurut beberapa sumber, PO lain ikut menamai busnya karena terinspirasi oleh PO Muria Raya ini.

Kami sudah tiba di Lebak Bulus dari pukul 05.30. Di jadwal, bus PO Haryanto ini seharusnya berangkat pada pukul sekitar pukul 06.00.

Namun, kami harus menunggu lebih lama, hingga waktu menunjukkan pukul 07.15 bus HR 095 ini baru berangkat. Untuk diketahui, PO Haryanto hanya bermain di satu kelas, yakni eksekutif saja.

Kesan pertama naik bus kelas eksekutif PO Haryanto

Lalu apa yang kami dapatkan dari membayar tiket seharga Rp 220.000?

Pertama, ketika bus jalan beberapa saat, kami, para penumpang akan diberi satu botol air mineral lokal milik PO Haryanto dan snack berupa roti.

Ada yang unik dari botol air mineral ini, yakni selain melalui proses klinis, air itu juga kental dengan agama Islam. Di kemasan air minum itu tertera tulisan sudah dibacakan ayat Alquran juga 'bismillah'.

PO HaryantoMeja di deret depan PO Haryanto (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Kedua, kursi di bus kelas eksekutif PO Haryanto terbilang kecil. Di bodi Jetbus 3+ MHD, pemilik menata kursi 2-2 hingga cukup untuk sejumlah 30 penumpang.

Ada selimut yang digantung di sandaran kursi. Tak lupa, bantal kecil disediakan untuk sandaran punggung atau untuk leher. Fasilitas ini cukup empuk dan lembut serta tak tercium bau aneh. Tapi ini mungkin efek dari terhalang pemakaian masker.

Untuk, pemilihan kursi kami sarankan deret paling depan. Karena, selain ruang kaki yang lebih lebar, traveler juga mendapat meja kecil untuk meletakan botol dan makanan.

Ketiga, bau di dalam kabin bus kelas eksekutif PO Haryanto terbilang netral. Aroma tak sedap juga tak tercium selama perjalanan.

Sayang, kami belum menjajal toilet di bus ini. Tapi, seperti biasa, fasilitas ini hanya boleh digunakan ketika bus berjalan dan dilarang berak di sini.

Keempat, bagasi di bus terbilang baik kepada pelanggannya, termasuk di bus kelas eksekutif PO Haryanto ini. Anda bisa membawa barang tanpa berpikir kelebihan beban dan ada bagasi kecil di atas kursi.

Kelima, tibalah kami di tempat makan. Tak ada yang spesial di sini, selain bersyukur ketika bayar tiket seharga di atas tapi masih diberi makan besar.

PO HaryantoTempat makan PO Haryanto (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Hingga Kudus, perjalanan kami tempuh dengan nyaman. Dua sopir saling bergantian setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam.

Secara garis besar, perawatan bus ini terbilang baik dan berbau netral di kabinnya. Namun, jika dilihat dari dalam, kaca bus Golden Boy PO Haryanto bisa dibilang kotor.

Hanya ada satu hal yang perlu jadi perhatian, yakni ruang sopir bus PO Haryanto ini bebas untuk merokok bagi penumpang maupun kru. Tentu ini akan mengganggu bagi penumpang yang anti rokok.

***

PO Haryanto masih menyimpan segudang fakta menarik lain. Laporan khusus lainnya masih akan ada di berita selanjutnya!



Simak Video " Kenalan dengan Bus Double Glass yang Diminati PO- penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA