Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Apr 2021 17:17 WIB

TRAVEL NEWS

Penumpang PO Bus Berkurang, Tapi Masih Sanggup Gaji Karyawan

PO Haryanto
Bus PO Haryanto (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Kudus -

Semua sektor terkena dampak pandemi Corona, tak terkecuali PO Haryanto. Namun, perusahaan mengatakan bahwa pengurangan penumpang hanya mencapai 15%.

Setahun pandemi berlalu dan perusahaan merasakan pengurangan keterisian bangku bus. Tingkat pengurangan berbeda-beda tergantung wilayahnya.

"Tetap kalau berkurang kalau dari segi okupansi memang ada pengurangan. Berapa persennya tergantung wilayah," kata Direktur Operasional, Rian Mahendra, di Garasi PO Haryanto Kudus beberapa waktu lalu.

"Dunia pariwisata itu penurunannya sampai 80%. Kalau untuk PO Haryanto, sejak mulai pandemi sampai sekarang, penurunan okupansi paling cuma 10-15%," jelas dia.

Lebih lanjut, Rian menjabarkan bahwa dalam satu bulan, penumpang yang diangkut bus AKAP-nya mencapai 95-100 ribu penumpang. Jumlah itu saat ini tetap sama, karena perusahaan membuka jalur lagi sebagai ladang penghasilan lainnya.

"(Penumpang segitu saja) Awal pandemi dulu, kita belum punya wilayah-wilayah baru seperti Pantura sama Malang. Jadi jumlah penumpang dulu sama sekarang ya sama saja. Cuma sekarang ketambahan wilayah gitu saja," urai dia menegaskan.

"Kalau dinilai total penumpang ya sama," imbuh dia.

Rian juga mengatakan bahwa kesulitan-kesulitan yang dirasakan PO-PO lain tidak dirasakannya. Karena, kata dia, okupansi bus dari PO lain bisa mencapai 60%.

"Kalau di PO Haryanto ya nggak terlalu berasa. Cuma, kalau kita lihat rekan-rekan yang ada ya bisa sampai 40-60% penurunan okupansi mereka," terang Rian.

"Karena masa-masa ini bisa dilawan karena skala global. Kita nggak bisa ngapa-ngapain selain bersabar. Mulai ngurangin operasional mungkin," ujar Rian untuk menyemangati rekan-rekan karyawannya.

Lalu, apa saran Rian ke teman-teman atau PO lainnya. Ia menyarankan untuk mengurangi operasional bila itu dirasa memberatkan dan jangan melakukan ekspansi dulu.

"Sabar saja dan mulai fokus di jalur-jalur yang masih produktif. Karena itu sifatnya biar kita nggak terbebani biaya operasional yang terlalu banyak," kata dia.

"Jadi tahun-tahun ini adalah tahun untuk bertahan saja. Bukan waktu yang tepat untuk menyerang atau ekspansi ke mana-mana," imbuh dia.

Selama pandemi, PO Haryanto pernah melakukan pengurangan karyawan?

"Sama sekali nggak ada," tukas dia.

***

PO Haryanto masih menyimpan segudang fakta menarik lain. Laporan khusus lainnya masih akan ada di berita selanjutnya!



Simak Video "Karyawan Protes Terjaring Penyekatan di Purwakarta, Bus Diputar balik"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA