Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Apr 2021 16:40 WIB

TRAVEL NEWS

Insan Perfilman Indonesia Berharap Banyak Kepada Sandiaga

Asih
Foto: Manoj Punjabi (Febriyantino/detikcom)
Jakarta -

Industri perfilman Indonesia ikut terkena dampak pandemi. Insan perfilman pun berharap banyak kepada pemerintah, dalam hal ini kepada Sandiaga Uno selaku Menparekraf.

Secara tidak langsung, industri perfilman Indonesia terkena dampak dahsyat dari pandemi COVID-19. Bioskop-bioskop tutup, produksi film banyak terkendala perizinan, pendapatan turun drastis, dan masih banyak curhatan lainnya.

Manoj Punjabi, produser film sekaligus pendiri MD Entertainment, mengaku dirinya seperti sedang berhadapan dengan buah simalakama.

Sebagai seorang produser, Manoj berani saja mengambil risiko untuk mengeluarkan film buatan mereka, namun dia meminta agar pemerintah, dalam hal ini Menparekraf membantu untuk mempromosikan agar masyarakat kembali berbondong-bondong datang ke bioskop dan menonton film Indonesia.

"Ini seperti buah simalakama. Bagi saya sederhana saja, seperti Chicken and Egg. Sebagai produser, kita harus ambil risiko. Tapi harus dibantu suppport pemerintah, bisa bantu promosi gila-gilaan untuk kembali ke bioskop," ungkap Manoj di Metropole XXI, Jalan Pegangsaan 21, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021).

Manoj pun mencontohkan, beberapa film produksi MD Entertainment sebenarnya banyak yang berpotensi untuk jadi box office. Setidaknya, menurut Manoj, sudah ada 1-2 juta penonton ada di tangan.

Namun karena pandemi, tentu saja jumlah penonton menurun sangat drastis. Dari semula 1-2 juta penonton, realisasinya hanya sekitar dua ratusan ribu penonton saja. Tentu saja itu tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan produsen film.

Hal yang sama juga dikeluhkan Hanung Bramantyo, sutradara top sekaligus produser film juga. Semenjak pandemi, produksi film tidak sama lagi seperti dulu.

Budget untuk produksi berkurang, malah biaya membengkak karena harus rapid test dan swab. Ada banyak kendala juga saat syuting, seperti perizinan hingga risiko digruduk Satpol PP. Hanung pun berseloroh, saat ini dia lebih takut terhadap Satpol PP dibandingkan dengan virus Corona.

"Saya lebih takut Satpol PP daripada COVID. Mereka bisa datang tiba-tiba, syuting langsung bubar. Perolehan scene satu hari yang bisa 8-9 scene, berkurang jadi 5-6 scene saja. Itu artinya ada hutang scene, over budget lagi," keluh Hanung.

Kepada insan perfilman Indonesia, Menparekraf Sandiaga pun menjanjikan beberapa hal. Soal perizinan, Sandiaga menjanjikan akan ada kemudahan.

"Kita akan lakukan langkah koordinatif dengan pihak-pihak terkait, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Polisi, Satgas COVID, agar mempersimpel perizinan syuting biar tidak ribet," kata Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga akan memberikan stimulus lewat dana hibah pariwisata bagi industri film Indonesia. Besarannya dan teknisnya saat ini tengah digodok. Insentif pajak juga akan diberikan kepada produser agar mereka bisa membuat film Indonesia yang berkualitas.

"Ini yang sedang kita dorong, supaya film Indonesia bisa bangkit dan kembali menjadi daya tarik masyarakat untuk Kembali ke Bioskop," pungkas Sandiaga.



Simak Video "Langgar Prokes Saat Libur Lebaran, Destinasi Wisata Akan Ditutup!"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA