Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Apr 2021 16:59 WIB

TRAVEL NEWS

Mudik Dilarang Wisata Dibuka, Gubernur Banten: Kalau Larang, Larang Semua

Jakarta -

Banten menjadi salah satu destinasi pilihan wisata yang tepat saat mudik dilarang. Namun adanya kerumunan menimbulkan kekhawatiran bagi sang gubernur.

Gubernur Banten, Wahidin Halim menghormati kebijakan pemerintah, namun di sisi lain ada kekhawatiran penumpukan wisatawan saat wisata dibuka. Pasalnya Banten memiliki 561 km pantai dengan wisata yang sangat terbuka.

"Ketika masyarakat atau rakyat Jakarta tidak pulang mudik, pilihannya cuma berbondong-bondong datang ke Banten untuk wisata," kata Wahidin Halim dalam program Mata Najwa di Trans 7.

Selain itu, ditambah pula dengan masyarakat Banten sendiri yang berjumlah jutaan, Hampir setiap minggu pilihan wisatanya pun ke daerah Banten karena lebih cepat dan terjangkau secara ekonomi.

"Ini bagaimana menatanya? Kalau saya sih usulkan kalau dilarang dilarang semuanya, kalau dibuka-dibuka semua dengan berbagai konsekuensi," kata Wahidin.

"Kalau seperti ini, kita mulai dari perjalanan, sampai di wisata praktik pada waktu kita coba memonitor menata bagaimana wisata dengan protokol kesehatan tapi karena lahan wisata kita sangat terbuka jadi agak kesulitan kita kontrolnya pengawasan, apalagi menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.

Area Banten yang cukup strategis akan menjadi pilihan wisata terutama bagi warga Jakarta. Berdasarkan pengalaman pada liburan tahun lalu, dengan berkumpulnya wisatawan di kawasan wisata, angka kasus COVID-19 naik dengan tajam.

"Pengalaman dari tahun baru pengalaman lebaran yang lalu, berbaur antara orang-orang di wisatawan domestik katakan Banten dengan orang di berbagai tempat katakanlah Jakarta ngumpul di situ, agak sulit kami melakukan nantinya penataan pelaksanaan protokol kesehatan. Ini yang sudah kami hadapi ternyata seminggu kemudian, setelah aktivitas di wisata terjadi kerumunan naik dengan tajam yang terpapar," ungkap Wahidin.

Bagi Wahidin, mungkin situasi sulit semacam ini tak dialami wilayah lain. Namun Banten akan kesulitan untuk memutus mata rantai COVID-19.

"Berbeda dengan tempat lain, kalau mereka tidak pulang mudik tidak ada aktivitas mobilitas, tidak ada interaksi dan berbagai masalah, buat kita ada masalah sendiri," kata Wahidin.

"Maaf Pak Sandi," tambahnya menyebut Menparekraf Sandiaga Uno yang juga hadir di program tersebut.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA