Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Apr 2021 10:00 WIB

TRAVEL NEWS

Kumbh Mela yang Bikin Tsunami COVID-19 Sampai Serba-serbi Sungai Gangga

Tim
detikTravel
Kasus Corona di India melonjak, salah satu faktor yang dituding jadi penyebabnya adalah ritual mandi massal, Khumb Mela yang diikuti oleh ratusan ribu orang di Sungai Gangga. Seperti apakah ritual ini?
Foto: AP/Rajesh Kumar Singh
Jakarta -

Berita terpopuler detikTravel pada hari lalu membahas soal Kumbh Mela yang bikin tsunami COVID-19 di India. Bertempat di Sungai Gangga, sungai terkotor India.

Pertama, Angka infeksi Corona di India melonjak tajam setelah festival Kumbh Mela di Sungai Gangga. Ritual mandi ini merupakan kegiatan keagamaan paling besar di dunia.

Festival ini dilaksanakan di India 4 kali dalam setahun. Empat lokasinya adalah Haridwar, Prayag, Ujjain dan Nashik.

Kedua, Sungai Gangga mengalir 2.525 kilometer dari Pegunungan Himalaya ke Teluk Benggala di utara India dan Bangladesh. Hulu Sungai Gangga berasal dari Gletser Gangotri di Himalaya yang berada berada di ketinggian 3.892 meter.

Sejak zaman dahulu kala, Sungai Gangga dianggap sungai paling suci dalam agama Hindu. Sungai ini diibaratkan sebagai Dewi Gangga dan diyakini bahwa mandi di sungai membawa keberuntungan, menyebabkan pengampunan dosa seseorang dan memfasilitasi moksa (pembebasan dari siklus hidup dan mati).

Ketiga, zona merah COVID-19 per 25 April 2021 mengalami kenaikan kembali. Jumlah zona merah yang tadinya hanya 6 daerah kini naik tiga kali lipat menjadi 19 kabupaten/kota.

Situs COVID19.go.id melakukan update zona merah per 25 April. Sayangnya, daerah yang masuk zona merah mengalami pertambahan signifikan.

Keempat, Sungai Gangga ialah salah satu sungai paling tercemar di dunia. Pemerintah India mencatat pada tahun 1970-an bahwa 600 kilometer area Sungai Gangga ialah zona paling berpolusi.

Pencemaran Sungai Gangga disebabkan oleh beberapa alasan termasuk limbah manusia dan industri. Bahan kimia untuk pertanian mengalir langsung ke sungai, bersama dengan air kotor dari pemukiman.

Kelima, Bandeng Juwana Elrina adalah pusat oleh-oleh legendaris Semarang. Kerap didatangi artis, pusat oleh-oleh ini salah satu yang terlengkap di Semarang.

Keenam, Pengusaha suvenir Krisna di Bali tengah berjuang di tengah pandemi. Pemilik Krisna, I Gusti Ngurah Anom atau yang lebih dikenal dengan nama Ajik, sempat merumahkan 2.000 karyawannya selama pandemi.

Ketujuh, Blitar punya spot wisata kuliner yang otentik namanya Wajawa Kopi. Alamatnya di Jalan Serayu IX No 1a Kecamatan Kapenjenkidul, Blitar. Lokasinya mudah dijangkau dari arah kota.

Kedelapan, Banten terlarang untuk wisatawan dari Jabodetabek. Wisata hanya boleh untuk warga lokal saja. Keputusan itu dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing.

Kesembilan, Jalur penerbangan dari Jakarta menuju Wuhan, China, pergi-pulang ternyata sudah dibuka lagi untuk memberikan pelayanan kepada para penumpang. Rute itu dibuka setiap Senin.

Jalur penerbangan Jakarta-Wuhan pergi pulang itu dilayani oleh maskapai Lion Air dengan menggunakan pesawat Boeing 737-900.

Kesepuluh, Garut menyuguhkan lukisan alam yang menawan yang memanjakan mata traveler. Travelers bisa bermalam di rumah panggung di desa wisata yang berada di tengah sawah sambil menikmati suara jangkrik di malam hari.

Berikut tautan berita terpopuler detikTravel:



Simak Video "Puluhan Mayat Ditemukan Terapung di Sungai Gangga India"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA