Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Apr 2021 09:46 WIB

TRAVEL NEWS

Upaya Krisna Bali untuk Bertahan dan Zona Merah Bertambah 3 Kali Lipat

Tim detikcom
detikTravel
Jakarta -

Pengusaha suvenir Krisna di Bali tengah berjuang di tengah pandemi. Sampai terseok-seok karena tidak ada turis asing.

Krisna Oleh-oleh Bali boleh dibilang sudah menjadi indikator gairah wisata Bali, layaknya aktivitas Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bisa disimak dari jumlah mobil yang ada di area parkir Krisna, di cabang mana pun.

Andai area parkir penuh dengan kendaraan, artinya pengunjung Krisna Bali juga tinggi. Artinya, jumlah wisatawan di Pulau Dewata juga sedang banyak.

Hanya belakangan sejak pandemi virus Corona melanda Bali, parkiran Krisna Bali sepi. Bahkan sempat blong alias nol kendaraan.

Pemilik Krisna, I Gusti Ngurah Anom atau yang lebih dikenal dengan nama Ajik mengisahkan periode pilu itu kepada tim Road Trip Java-Bali detikcom with IONIQ Electric Hyundai beberapa waktu lalu.

"Nah, bicara masalah pandemi, kita enggak habis pikir, kita juga enggak menyangka ya akan berat sekali masa pandemi itu. Setelah Nyepi tahun lalu, Bali lockdown," ujarnya.

Lockdown artinya tak ada kegiatan. Pariwisata dan bisnis di Bali harus tutup. Pukulan pandemi COVID-19 membuat Ajik sadar bahwa masa ini bukanlah main-main.

"Krisna tutup kurang lebih tiga bulan, sampai bulan keenam. Setelah bulan Juli, kami buka satu outlet. Tapi, itu juga enggak nutup operasional," tuturnya.

Outlet yang dibuka adalah Krisna Tuban. Gerai ini dulunya jadi favorit karena buka selama 24 jam. Siang hari menjelajah Bali, wisatawan bisa membeli oleh-oleh malam hari di Krisna. Komplet dan harganya terjangkau.

Merangkak pelan-pelan, Ajik memberanikan diri untuk buka dua outlet setelah tanggal 15 Juli. Dalam prosesnya, Ajik buka semua outlet pada bulan Agustus.

"Ternyata di bulan Agustus biaya operasionalnya nutup. Di bulan Oktober-Desember kunjungan tamu sudah naik 50 persen," Ajik menjelaskan.

Selama tutup, Krisna harus rela merumahkan 2.000 karyawannya. Ajik harus memangkas semua biaya demi efisiensi perusahaan.

"Jumlah karyawan itu 2.500 orang, saat itu 500 orang yang masih dipekerjakan. Itu sangat berat buat Ajik," dia membeberkan.

Karyawan yang masih dipertahankan adalah tukang kebun, petugas keamanan, dan engineering kendati Krisna nol pendapatan selama tiga bulan penuh.

Itulah berita detikTravel terpopuler hari Selasa kemarin (27/4/2021). Kemudian juga ada berita tentang meningkatnya zona merah di Indonesia tiga kali lipat.

Berikut berita detikTravel terpopuler lengkapnya:

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA