Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 03 Mei 2021 03:19 WIB

TRAVEL NEWS

Para Perempuan Penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Femi Diah
detikTravel
Suasana Sholat Tarawih di Masjidil Haram 2021
Ilustrasi Masjidil Haram (AFP)
Makkah -

Arab Saudi terus menunjukkan kesetaraan gender dengan pemberdayaan perempuan. Kini, ada tentara wanita berseragam yang memandu jamaah umroh di Makkah selama Ramadhan.

Lusinan tentara wanita dikerahkan di Makkah dan Madinah. Mereka bertugas untuk menjamin keamanan jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pemandangan itu belum lama. Para perwira terlatih militer yang terdiri dari 113 perempuan yang ditempatkan di Masjid Nabawi itu dibentuk sejak enam bulan lalu.

Tentara perempuan itu merupakan bagian dari Pasukan Keamanan Khusus Arab Saudi. Mereka bekerja sepanjang hari, dibagi menjadi empat tim yang masing-masing terdiri dari hampir 18 orang.

Mayor Jenderal Abdul Rahman Al-Mashhan, direktur Kepolisian Madinah, menyebut mereka bertugas mengawasi dan membantu jamaah umroh.

Mengenakan seragam berwarna moka, baret hitam, dan sebagian wajah tertutup cadar, para perwira muda itu mengawasi bagian masjid untuk membimbing dan membantu jamaah perempuan serta menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Mereka dibekali pelatihan profesional, bela diri, pertolongan pertama, dan cara menggunakan senjata api. Mereka juga harus mengikuti kursus bahasa Arab dan Inggris (untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka), pendidikan komputer, dan kebugaran.

Hanan Al-Rashidi (27), yang telah bertugas sebagai tentara selama delapan bulan, memilih pekerjaan itu karena bisa terjun langsung dalam pelayanan kemanusiaan.

"Saya sangat gembira. Merupakan suatu kehormatan untuk bekerja di Masjid Nabawi dan melayani para tamu Allah," kata Hanan.

Al-Rashidi mengungkapkan kebanggaannya dalam mengibarkan bendera untuk Saudi Vision 2030 dan menganggap era saat ini sebagai salah satu pemberdayaan perempuan.

"Saya bersyukur bisa bekerja di posisi ini. Kepemimpinan kami telah memberi kami banyak kesempatan. Dari mengemudi hingga bekerja di bidang apapun, wanita setara dengan pria. Tidak ada bedanya," ujarnya.

Reem Al-Mahjoob (27), yang telah menjalankan tugas keamanan di Madinah selama enam bulan terakhir, menyebut perempuan Arab Saudi sudah berkiprah di bidang yang lebih luas. Mulai dari militer, penerbangan, dan pemerintahan.

"Ini adalah era perempuan," kata Al-Mahjoob.

"Wanita sekarang dapat bergabung dengan militer, satu di antara banyak sektor lain yang selalu ingin kami masuki," dia menambahkan.

Dari perspektif sejarah, penempatan perwira wanita di dua Makkah dan Madinah menjadi salah satu dari banyak perubahan luar biasa di Arab Saudi sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan rencana Visi 2030 pada April 2016.

Pemberdayaan perempuan, termasuk inklusi ekonomi dan partisipasi angkatan kerja adalah salah satu tujuan utama dari program Visi 2030.

Sebagai bagian dari strategi, Arab Saudi tidak hanya memperkenalkan reformasi hukum tetapi juga mendanai proyek dan inisiatif di sejumlah sektor, termasuk pariwisata, investasi, dan budaya yang telah menciptakan peluang bagi perempuan.

Bersamaan dengan inisiatif ini, sektor pemerintah telah berkomitmen untuk menjamin dan melindungi hak-hak perempuan di tempat kerja.

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial telah bekerja untuk mengurangi diskriminasi berbasis gender dan menemukan cara untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman yang mendorong pertumbuhan dan inovasi.



Simak Video "Hujan Es hingga Banjir Terjang Makkah"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA