Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 03 Jun 2021 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Transaksi Non Tunai di Wisata Kulon Progo Tak Optimal Gegara Sinyal

Transaksi Non Tunai Pantai Glagah
Foto: Transaksi non tunai di pantai Glagah (Jalu Rahman Dewantara/detikTravel)
Kulon Progo -

Pembayaran tiket non tunai melalui sistem e-Money di destinasi wisata yang dikelola Pemkab Kulon Progo, DIY belum optimal. Masalahnya cuma satu: sinyal.

Salah satunya penyebabnya memang karena terkendala susahnya jaringan internet. Bahkan dari 8 destinasi, hanya satu yang secara efektif bisa menggunakan sistem tersebut.

"Sebenarnya pembayaran non tunai di masa pandemi ini menjadi salah satu opsi mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Hanya saja, sejumlah destinasi wisata di Kulon Progo berada di wilayah blank spot. Apalagi wilayah sisi utara atau Perbukitan Menoreh, sinyal masih sangat susah. Padahal transaksi non tunai membutuhkan jaringan yang stabil," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo, Joko Mursito, kepada wartawan Kamis (3/6/2021).

Di Kulon Progo, kata Joko ada delapan destinasi wisata yang dikelola oleh Pemkab yakni Gua Kiskendo, Waduk Sermo, Pantai Congot, Pantai Trisik, Kebun Teh Nglinggo, Wisata Alam Tritis, Kawasan Menoreh Barat dan Pantai Glagah.

Dari 8 destinasi itu baru Pantai Glagah yang bisa melaksanakan transaksi non tunai secara baik. Hal itu bukan tanpa alasan.

Lokasi Pantai Glagah berada di Kulon Progo sisi selatan, di mana jaringan internet terbilang sudah merata dan cukup stabil. Berbeda halnya dengan obwis lain, di sisi tengah atau utara Kulon Progo yang merupakan kawasan perbukitan dan sejak lama memang susah sinyal.

Bahkan ada destinasi yang masuk wilayah blank spot seperti yang bisa dijumpai di obwis kawasan Menoreh Barat.

Joko mengatakan, selain persoalan jaringan, belum optimalnya penggunaan transaksi non tunai juga disebabkan karena masih minimnya kesadaran masyarakat menggunakan metode tersebut.

Berdasarkan pendataan Dispar Kulon Progo, baru 25 persen masyarakat yang memanfaatkan kemudahan bertransaksi secara digital di destinasi wisata. Jumlah ini diperoleh selama libur lebaran 2021 lalu.

"Padahal di sejumlah destinasi wisata telah disediakan berbagai metode pembayaran non tunai, baik melalui berbagai bank maupun aplikasi pihak ketiga, tapi memang masih sedikit masyarakat yang menggunakan cara ini," ucap Joko.

"Harapan kami semua kendala untuk mendukung program transaksi non tunai ini bisa didukung stake holder terkait. Mulai dari jaminan jaringan yang bagus dan lain-lain. Sebenarnya ini program yang positif," harapnya.



Simak Video "Terekam CCTV, Aksi Pria Bertopeng Maling Jutaan Rupiah di DIY"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Breaking News
×
Update Tragedi Kanjuruhan
Update Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya